Elon Musk Batasi Fitur Deepfake Grok usai Tuai Kecaman

Elon Musk Batasi Fitur Deepfake Grok usai Tuai Kecaman

Terkini | idxchannel | Kamis, 15 Januari 2026 - 11:50
share

IDXChannel - Platform media sosial X milik Elon Musk membatasi kemampuan chatbotnya, Grok, membuat gambar deepfake seseorang dengan pakaian minim.

Langkah ini diambil setelah otoritas di California, Amerika Serikat (AS) meluncurkan penyelidikan terhadap xAI, perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik Musk yang mengembangkan Grok.

Beberapa negara juga telah memblokir akses ke Grok atau meluncurkan penyelidikan mereka sendiri.

"Kami akan memblokir kemampuan semua pengguna Grok dan X untuk mengedit gambar orang sungguhan dalam bikini, pakaian dalam, dan pakaian serupa di yurisdiksi tempat tindakan tersebut dianggap ilegal," kata X dalam pernyataannya, dilansir dari AFP pada Kamis (15/1/2026).

"Pembatasan ini berlaku untuk semua pengguna, termasuk pelanggan berbayar," katanya.

Tekanan global telah meningkat pada xAI untuk mengendalikan Grok setelah fitur yang disebut "Spicy Mode" memungkinkan pengguna untuk membuat deepfake seksual perempuan dan anak-anak menggunakan perintah teks sederhana seperti "pakaikan dia bikini" atau "lepaskan pakaiannya."

"Banyaknya laporan yang merinci materi seksual eksplisit tanpa persetujuan yang telah diproduksi dan diposting secara online oleh xAI dalam beberapa minggu terakhir sangat mengejutkan," kata Jaksa Agung California Rob Bonta pada Rabu pagi.

Indonesia pada Sabtu menjadi negara pertama yang memblokir akses ke Grok sepenuhnya, diikuti oleh negara tetangga Malaysia pada Minggu.

Regulator media Inggris, Ofcom, mengatakan pada Senin bahwa mereka membuka penyelidikan untuk mengetahui apakah X gagal mematuhi hukum Inggris terkait gambar-gambar seksual tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik