DPK Perbankan Capai Rp9.889 Triliun, Tumbuh 12 Persen di November 2025

DPK Perbankan Capai Rp9.889 Triliun, Tumbuh 12 Persen di November 2025

Terkini | idxchannel | Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:04
share

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, Dana Pihak Ketiga (DPK) melanjutkan pertumbuhan mencapai 12,03 persen yoy menjadi Rp9.899,07 triliun di November 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, dari sisi penghimpunan dana, rerata tertimbang suku bunga DPK rupiah juga terpantau menurun sebesar 29 bps (yoy) dan sebesar 8 bps (mtm) menjadi 2,77 persen dengan penurunan utamanya pada deposito. 

Adapun suku bunga Deposito tercatat turun 66 bps (yoy) dan 15 bps (mtm) menjadi 4,60 persen pada Nov-25.

"Penurunan suku bunga perbankan terus berlanjut," ujar Dian Sabtu (10/1/2025). Dibandingkan tahun sebelumnya, sambung dia, rerata tertimbang suku bunga kredit rupiah turun 26 bps (yoy) dan 4 bps (mtm) menjadi 8,97 persen pada November 2025, utamanya didorong penurunan suku bunga kredit produktif. 

Sementara itu, suku bunga Kredit Modal Kerja turun 44 bps (yoy) dan 6 bps (mtm) menjadi 8,24 persen pada November 2025.

Likuiditas industri perbankan pada November 2025 tercatat memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 131,49 persen dan 29,67 persen, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. "Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 210,38 persen, sementara LDR tercatat sebesar 83,99 persen dan masih terdapat ruang dalam mengantisipasi peningkatan kredit," katanya.

Di sisi lain, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,21 persen dan NPL net membaik menjadi 0,86 persen. Loan at Risk (LaR) turun dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 9,22 persen.

Dian menuturkan, ketahanan perbankan juga tetap kuat tercermin dari permodalan (CAR) yang berada di level tinggi sebesar 26,05 persen, sehingga dapat menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global. 

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik