Begini Bentuk Dukungan Kadin terhadap Keikutsertaan Indonesia di WEF 2026 Davos

Begini Bentuk Dukungan Kadin terhadap Keikutsertaan Indonesia di WEF 2026 Davos

Terkini | idxchannel | Jum'at, 9 Januari 2026 - 22:34
share

IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan Indonesia dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai forum ekonomi global tersebut menjadi momentum strategis untuk mempromosikan potensi investasi dan perdagangan Indonesia kepada dunia internasional.

“Davos itu ajang yang sangat baik untuk mempromosikan investasi dan juga sedikit banyak perdagangan,” kata Anindya di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Anindya menyebutkan, Kadin akan berperan aktif mendampingi pemerintah selama rangkaian kegiatan WEF Davos 2026. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi pleno pada 22 Januari 2026 di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku usaha global.

"Yang kami tahu, tentunya masih liquid ya bahwa tanggal 22 (Januari) Pak Presiden itu akan menyampaikan di plenary, di plenum. Jadi mirip kayak waktu United Nations untuk diplomat, nah ini untuk pengusaha-pengusaha,” ujarnya.

Selain itu, pada malam sebelumnya, 21 Januari 2026, akan digelar acara Indonesian Night yang dirancang sebagai ajang pertemuan dengan para pengambil keputusan di bidang investasi dan perdagangan global.

Dalam kegiatan tersebut, kata Anindya, Kadin akan bertindak sebagai co-host bersama BPI Danantara di bawah koordinasi Kementerian Investasi.

"Nah 21-nya, malam sebelumnya itu ada Indonesian Night yang akan dibikin sangat meriah dan yang datang itu adalah pembuat keputusan untuk tadi investasi dan perdagangan. Nah Kadin ini sebagai co-host bersama dengan Danantara di bawah kepemimpinan tadi Kementerian Investasi,” kata Anindya.

Lebih lanjut, Anindya juga memastikan para pelaku usaha Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai sesi diskusi di dalam kongres WEF 2026. Hal ini diharapkan menjadi sarana bagi dunia usaha nasional untuk menyampaikan pandangan, gagasan, serta peluang kerja sama kepada komunitas global.

"Davos ini kan yang hadir itu 3.000 petinggi-petinggi baik dari bisnis, pemerintah, aktivis sampai kepada apa namanya ini lembaga-lembaga non-pemerintah. Nah ini merupakan sesuatu yang sangat baik untuk kita bisa mempromosikan Indonesia, menyampaikan apa yang telah dihasilkan selama ini dan apa yang diharapkan ke depan,” katanya.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik