Lelang SUN Perdana di 2026, Kupon Tertinggi Sentuh 7,12 Persen
IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah, Selasa (6/1/2026). Penerbitan obligasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2026.
Berdasarkan keterangan resmi dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, proses lelang berlangsung pukul 09.00-11.00 WIB, dengan tanggal penyelesaian (settlement) pada Kamis (8/1/2026).
“Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2026,” dikutip dari laman resmi DJPPR.
Kemenkeu menargetkan dana yang dihimpun dari lelang SUN kali ini mencapai Rp33 triliun. Kendati demikian, target tersebut berpotensi lebih tinggi hingga 150 persen dari target indikatif atau setara dengan Rp49,5 triliun, tergantung pada minat investor.
Adapun lelang dilaksanakan secara terbuka menggunakan sistem Bank Indonesia dengan metode harga beragam (multiple price). Instrumen investasi ini terbuka bagi seluruh pihak, baik individu maupun institusi. Namun, penawaran pembelian (bids) harus disampaikan secara resmi melalui peserta lelang yang telah mengantongi izin dan ditetapkan oleh pemerintah.
Pemerintah menawarkan sembilan seri dalam lelang kali ini, yang terdiri dari enam seri obligasi negara dengan kupon tetap (fixed rate) dan tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Imbal hasil atau kupon tertinggi ditawarkan sebesar 7,125 persen untuk tenor jangka panjang, sementara kupon terendah berada di angka 5,875 persen.
Berikut rincian seri obligasi yang ditawarkan:
FR0106 & FR0107: Kupon 7,125 persen (Jatuh tempo 2040 & 2045).
FR0102 & FR0105: Kupon 6,875 persen (Jatuh tempo 2054 & 2064).
FR0108: Kupon 6,50 persen (Jatuh tempo 2036).
FR0109: Kupon 5,875 persen (Jatuh tempo 2031).
Selain itu, terdapat tiga seri SPN dengan skema diskonto untuk tenor pendek yang jatuh tempo pada Februari 2026, April 2026, dan Januari 2027.
(Rahmat Fiansyah)










