Produksi Beras Naik Menjelang Tutup Tahun, Panen Raya Diproyeksi Berlangsung Awal 2026
IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi dan beras dalam negeri naik signifikan pada penghujung 2025, dengan prospek yang jauh lebih besar pada awal 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan, realisasi luas panen padi pada November 2025 mencapai 0,57 juta hektare, atau tumbuh 3,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Produksi padi pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,20 juta ton GKG, atau naik 2,83 persen dibandingkan November tahun lalu. Sementara itu, produksi beras diperkirakan mencapai 1,85 juta ton, atau naik sebesar 2,83 persen dibandingkan November tahun lalu," papar Pudji dalam rilis BPS di Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2026).
Memasuki periode tiga bulan ke depan (Desember 2025-Februari 2026), BPS memproyeksikan lonjakan luas panen yang sangat besar. Potensi luas panen akan mencapai 2,00 juta hektare, atau melonjak sekitar 30,70 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengungsi Mulai Terserang Penyakit, Gubernur Mualem: Obat-Obatan Paling Dibutuhkan saat Ini
Kenaikan luas lahan ini berbanding lurus dengan estimasi hasil produksi yakni produksi padi diprediksi mencapai 10,81 juta ton GKG (naik 32,58 persen) dan produksi beras diprediksi mencapai 6,23 juta ton (naik 32,51 persen).
Lonjakan ini diharapkan dapat memperkuat stok pangan nasional dan menjaga stabilitas harga beras di pasar domestik pada kuartal pertama tahun depan.
Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan performa yang cukup stabil. Pada November 2025, luas panen jagung mencapai 0,16 juta hektare, naik sekitar 10,09 persen secara tahunan.
"Sehingga diperkirakan produksi jagung pada November 2025 mencapai 1,03 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) atau naik sebesar 5,32 persen dibandingkan November 2024," tutur Pudji.
Untuk periode Desember 2025-Februari 2026, meskipun luas panen jagung diperkirakan mengalami penurunan tipis sebesar 0,15 persen menjadi 0,70 juta hektare, namun secara volume produksi justru diprediksi masih tumbuh.
Potensi produksi jagung pipilan kering diperkirakan sebesar 4,22 juta ton, atau meningkat 0,71 persen dibandingkan periode yang sama 2024.
Peningkatan produksi di kedua komoditas utama ini menunjukkan bahwa aktivitas sektor pertanian tetap produktif di tengah dinamika cuaca yang terjadi sepanjang 2025.
(DESI ANGRIANI)










