BYD Jual 4,6 juta Mobil Sepanjang 2025, Tapi Pertumbuhannya Melemah
IDXChannel – Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mampu menjual 4.550.036 mobil sepanjang 2025. Angka tersebut naik 7,1 persen dari 4.250.370 unit pada 2024, namun angka tersebut jauh dari pertumbuhan persentase dua digit atau tiga digit sejak 2021.
Adapun secara rinci, BYD menjual 2.254.714 BEV, naik 27,9 persen dari tahun 2024. Penjualan PHEV mencapai 2.288.709 unit, turun 7,9 persen dari tahun 2024.
BEV sekarang menyumbang 49,6 persen dari penjualan BYD tahun 2025, sementara PHEV menyumbang 50,4 persen. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan 2024, ketika BEV hanya menyumbang 41,5 persen dari penjualan perusahaan.
Penjualan BYD di luar negeri melampaui 1 juta unit untuk pertama kalinya, mencapai 1.046.083 unit terjual di luar China, meningkat 150,7 persen dari 2024.
Penjualan Bulanan yang Terus Turun
Secara bulanan, BYD menjual 414.784 kendaraan penumpang secara global pada Desember, turun 18,6 persen dari bulan yang sama tahun lalu dan turun 12,7 persen dari November. Ini merupakan bulan keempat berturut-turut terjadinya penurunan secara year-on-year (yoy).
Pada Desember, BYD menjual 190.712 kendaraan listrik baterai (BEV), turun 8,2 persen dari bulan yang sama tahun lalu (YoY). Ini adalah penurunan YoY pertama pada 2025 dan hanya penurunan YoY ketiga dalam penjualan kendaraan listrik sepenuhnya dalam lima tahun terakhir (yang kedua terjadi pada Februari 2024 karena Tahun Baru Imlek, dan yang ketiga pada Juli 2024, selain itu hanya ada pertumbuhan YoY sejak 2021).
BYD juga menjual 224.072 kendaraan hibrida plug-in (PHEV), turun 25,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan bulan kesembilan berturut-turut penurunan penjualan PHEV, yang dimulai pada April.
BYD menghentikan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin (ICE) saja pada April 2022, dan hanya fokus pada kendaraan listrik murni (BEV) dan PHEV.
Sementara itu, penjualan di luar negeri sepanjang Desember mencapai rekor 133.172 kendaraan pada Desember, naik 133 persen dari tahun lalu.
Berdasarkan catatan CarNewsAsia, jika hasil seluruh penjualan kendaraan komersial dan bus digabungkan, makan angka penjualan sedikit lebih tinggi, yaitu 420.398 unit pada Desember dan 4.602.436 unit pada 2025.
(Febrina Ratna Iskana)










