Kisah Sukses Pengusaha Muda Dulang Ratusan Juta dari Bisnis Animasi
IDXChannel Kisah sukses pengusaha muda kali ini datang dari Deni Agus Mulyana dan Arif Nur Abdillah, mereka adalah founder dari studio design dan animasi ternama yaitu Brave Animation. Karya animasi buatan perusahaan kecil Deni dan Arif kerap bermunculan di konten-konten instansi pemerintahan.
Industri animasi adalah salah satu penggerak bisnis konten digital di Indonesia. Kreativitas seni rupa menjadi penggeraknya, hasil animasi kini mulai dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan edukasi, branding, hingga hiburan.
Kecintaan Deni dan Arif pada dunia animasi memang telah memicu keduanya untuk memajukan industri animasi di Indonesia. Kini mereka adalah contoh nyata bagaimana seseorang dapat mengubah hobinya menjadi sebuah perusahaan animasi yang sukses.
Deni selaku founder dari Brave Animation menceritakan perjalannya sebagai freelance dalam bidang animasi sebelum membentuk timnya yaitu perusahaanya Brave Animation pada awal tahun 2023.
Karena sebelumnya 2017 sudah membangun usaha namanya Deni Decay sebagai freelancer tapi seiring berjalannya waktu nambah proyek dan beban kerja, saya bertemu dengan Kang Arif lalu memutuskan untuk kerjasama, ujar Deni yang dilansir dalam kanal YouTube Naik Kelas.
Deni juga menegaskan bahwa tidak berfokus pada aspek bisnis semata, prinsip yang dipegang teguh olehnya adalah integritas dalam bisnis. Ia juga selalu mengutamakan karyawan dalam meraih kesuksesan.
Dalam usaha pasti tak selalu berjalan mulus, ia mengungkapkan pernah menghadapi tantangan terutama dalam lisensi perangkat lunak dan peralatan yang dibutuhkan dalam memproduksi animasi.
Brave Animation juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga pemerintah. Bahkan mereka sudah mulai menerima pesanan project dari luar negeri, seperti Jerman, Singapura, dan Thailand.
Di usia yang masih tergolong muda Deni dan Arif berhasil menjadi pengusaha yang sukses dan memiliki omset yang fantasitis. Namun demikian, mereka mematok tarif yang berbeda-beda. Tergantung pada ukuran bisnis klien dan tujuan pembuatan desain animasi. Untuk tujuan sosialisasi dari instansi pemerintah misalnya.
Akan ada komunikasi visual yang mesti terpenuhi. Deni, Arif, dan tim Brave Animation selaku desainer konten mesti mampu merancang desain yang mampu menjangkau pemahaman masyarakat dari semua kalangan. Keahlian seperti inilah yang membuat konten-konten animasi dihargai cukup mahal.
Seperti yang diketahui, desain animasi dan visual lainnya masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat awam. Padahal, pembuatan animasi membutuhkan keahlian dan pengalaman yang berharga. Belum lagi, tim animasi membutuhkan perangkat dan peralatan untuk memproduksi konten.
Biaya pemeliharan, penyimpanan data, dan perangkat yang mesti dikeluarkan dalam sebulan tentu tidak murah. Belum lagi biaya listrik, sebab tim desainer animasi bekerja penuh dengan komputer dan laptop. Tarif tertinggi, Brave Animation bisa mematok harga hingga ratusan juta.
Jadi kedepannya kita berharap Brave ini bukan hanya sekedar nama berani doang tapi kita berani membuat sebuah konten atau tayangan yang memberikan dampak positif ke masyarakat ujar Deni. ( NKK )
Penulis: Noviyanti Rahmadani










