Thailand, Australia, India Putuskan Tetap Gunakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

okezone | Global | Published at 17/03/2021 05:24
Thailand, Australia, India Putuskan Tetap Gunakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
"

THAILAND - Perdana Menteri (PM) Thailand menerima suntikan vaksin Covid-19 yang diproduksi AstraZeneca pada Selasa (16/3). Keputusan itu diambil menyusul sikap sebagian besar negara di Asia yang mengabaikan kekhawatiran tentang laporan penggumpalan darah di beberapa negara di Eropa dengan alasan bahwa sejauh ini tidak ada bukti untuk menghubungkan keduanya.

AstraZeneca telah mengembangkan basis produksinya di Asia, dan Serum Institute of India, pembuat vaksin terbesar di dunia, telah dikontrak oleh perusahaan itu untuk memproduksi satu miliar dosis vaksin untuk negara-negara berkembang. Ratusan juta lagi akan diproduksi tahun ini di Australia, Jepang, Thailand, dan Korea Selatan.

xe2x80x9cAda orang-orang yang khawatir,'' kata Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha setelah menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca. xe2x80x9cTapi kita harus percaya dokter, percaya pada profesional medis kita,xe2x80x9d terangnya.

Thailand pekan lalu menjadi negara pertama di luar Eropa yang menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca. Indonesia mengikutinya pada Senin (15/3), dengan mengatakan sedang menunggu laporan lengkap dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai efek-efek samping vaksin tersebut.

Namun otoritas kesehatan Thailand kemudian memutuskan untuk tetap menggunakan vaksin AstraZeneca, dengan Prayuth dan para anggota kabinetnya menerima suntikan pertama.

Sejumlah besar negara Eropa -- termasuk Jerman, Perancis, Italia, dan Spanyol -- menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca, Senin (15/3), karena laporan penggumpalan darah yang berbahaya di beberapa penerima suntikan vaksin itu, meskipun perusahaan itu dan badan-badan pengawas internasional mengatakan tidak ada bukti bahwa suntikan vaksin itu adalah penyebabnya.

Badan pengawas obat Uni Eropa menyerukan diselenggarakannya pertemuan, Kamis (18/3), untuk meninjau temuan para ahli tentang vaksin AstraZeneca dan untuk memutuskan apakah perlu mengambil tindakan.

Negara-negara lain di kawasan Asia mengatakan mereka akan terus menjalankan program-program vaksinasi mereka.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan negaranya tidak akan menghentikan penggunaan vaksin itu. Australia telah memvaksinasi sekitar 200 ribu orang sejauh ini dan berencana untuk mengimpor dan memproduksi 70 juta dosis vaksin dari AstraZeneca.

Artikel Asli