Loading...
Loading…
Kesaksian Eks Tahanan: Wanita Uighur Diperkosa Secara Sistemik di Kamp Xinjiang

Kesaksian Eks Tahanan: Wanita Uighur Diperkosa Secara Sistemik di Kamp Xinjiang

Global | okezone | Jumat, 05 Februari 2021 - 14:16

SEORANG mantan penghuni kamp penahanan Uighur China mengungkapkan praktik perkosaan sistematis di dalam tempat tersebut. Dia mengatakan bahwa para wanita di kamp mengalami penyiksaan pemerkosaan, dan pelecehan seksual.

Tursunay Ziawudun menghabiskan sembilan bulan di dalam sistem kamp penahanan China di wilayah Xinjiang. Menurut perkiraan independen, lebih dari satu juta pria dan wanita telah ditahan di jaringan kamp yang luas, yang menurut China didirikan untuk "pendidikan ulang" orang Uighur dan minoritas lainnya.

Dia mengungkapkan praktik perkosaan, pelecehan, dan penyiksaan sistematis terhadap para wanita di kamp tersebut. Dia mengatakan bahwa setiap malam para wanita dikeluarkan dari sel tahanan mereka dan diperkosa oleh satu atau lebih pria China yang mengenakan masker.

Dia mengatakan dia disiksa dan kemudian diperkosa beramai-ramai sebanyak tiga kali, setiap kali oleh dua atau tiga pria.

"Mungkin ini bekas luka yang paling tak terlupakan bagi saya selamanya," katanya kepada BBC .

"Saya bahkan tidak ingin kata-kata ini keluar dari mulut saya."

Ziawudun yang melarikan diri dari Xinjiang setelah dibebaskan dari kamp tersebut saat ini tinggal di Kazakhstan. Dia mengatakan bahwa dia selalu ketakutan akan dikirim kembali ke China, yang kemungkinan akan membuatnya dihukum lebih berat setelah menceritakan pengalamannya.

"Mereka tidak hanya memperkosa tetapi juga menggigit seluruh tubuh Anda, Anda tidak tahu apakah mereka manusia atau hewan," katanya sambil mengusap air matanya.

"Mereka tidak meninggalkan bagian tubuh mana pun, mereka menggigit di mana-mana meninggalkan bekas yang mengerikan. Menjijikkan untuk dilihat.

"Aku sudah mengalaminya tiga kali. Dan bukan hanya satu orang yang menyiksa Anda, bukan hanya satu predator. Setiap kali mereka adalah dua atau tiga orang."

BBC mengatakan bahwa pihaknya tidak mungkin memverifikasi keterangan Ziawudun sepenuhnya karena pembatasan ketat yang diberlakukan China pada wartawan. Tetapi dokumen perjalanan dan catatan imigrasi yang dia berikan kepada BBC cocok dengan garis waktu ceritanya.

Original Source

Topik Menarik