Loading...
Loading…
Tokoh Kristen dan Islam Kecam Rencana Serangan Masjid di Singapura oleh Remaja 16 Tahun

Tokoh Kristen dan Islam Kecam Rencana Serangan Masjid di Singapura oleh Remaja 16 Tahun

Global | inewsid | Jumat, 29 Januari 2021 - 07:34

SINGAPURA, iNews.id - Para pemuka agama Kristen dan Islam Singapura mengecam rencana serangan dan pembunuhan jemaah masjid oleh seorang remaja 16 tahun. Dia berencana menyerang dua masjid di Singapura pada 15 Maret mendatang, terinspirasi dari kejadian serupa di Christchurch, Selandia Baru.

Pimpinan Dewan Nasional Gereja Singapura (NCCS) bertemu Mufti Nazirudin Mohd Nasir, otoritas tertinggi agama Islam di Singapura, dan Esa Masood, kepala eksekutif Dewan Agama Islam Singapura (MUIS), Kamis (28/1/2021).

Hadir pula Ketua Masjid Yusof Ishak dan Assyafaah, Menteri Kehakiman dan Dalam Negeri K Shanmugam, serta Menteri Negara Urusan Dalam Negeri dan Pembangunan Nasional Faishal Ibrahim.

Selain mengecam rencana serangan tersebut, mereka juga menegaskan rasa saling percaya dan pengertian antaragama. Remaja yang sudah ditahan polisi itu merupakan keturunan India pemeluk Protestan.

Pertemuan para pemuka agama digelar di Masjid Yusof Ishak, Woodlands, salah satu dari dua target serangan yang dibidik remaja yang masih duduk di bangku SMA itu. Satu masjid lainnya yang menjadi sasaran serangan adalah Assyafaah di Sembawang yang lokasinya tak berjauhan.

Presiden NCCS Keith Lai mengatakan, komunitas Kristen sedih mendengar berita rencana serangan tersebut.

"Kami terkejut dan tidak percaya ini bisa terjadi, terutama dilakukan seorang anak berusia 16 tahun. Apa pun yang telah direncanakan oleh remaja ini bertentangan dengan apa yang diajarkan Alkitab tentang cinta dan penerimaan," kata Lai, dikutip dari The Straits Times, Jumat (29/1/2021).

Sementara itu Nazirudin menyampaikan terima kasih kepada para pemimpin Kristen atas jaminan tidak ada orang Kristen yang ingin menyakiti atau punya niat buruk atau membenci muslim.

Para tokoh itu juga membahas berbagai langkah untuk memperdalam pemahaman antara komunitas Kristen dan Islam. Mereka sepakat perlunya membimbing kaum muda agar tidak terpengaruh ideologi ekstremis yang mudah ditemukan di internet.

"Remaja itu mungkin seorang Kristen Protestan, tapi kebencian dan permusuhannya yang mendalam terhadap Islam dan muslim, kemarahan serta kecenderungan berbuat kekerasan dan ekstrimisme, berasal dari (ideologi) sayap kanan yang diperoleh secara online," kata Nazirudin.

Remaja itu mempersiapkan rencana menyerang dua masjid sejak tahun lalu. Dia dijerat dengan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri (ISA) dan menjadi orang termuda yang ditahan di bawah aturan kontra-terorisme tersebut.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (ISD) menyatakan, serangan akan dilakukan pada 15 Maret bertepatan dengan 2 tahun penembakan di dua masjid Christchurch yang menewaskan 51 jemaah Salat Jumat.

Remaja tersebut menyiapkan rencana serangan mirip dengan yang dilakukan pelaku di Chritchurch, Brenton Tarrant, termasuk mempelajari rute, seluk beluk aktivitas di kedua masjid, kendaraan yang digunakan, sampai menyiarkan secara langsung di media sosial.

Bedanya, remaja itu akan beraksi menggunakan parang, bukan senjata laras panjang seperti dipakai Tarrant. Dia sebenarnya sudah berusaha membeli senjata api namun diurungkan karena khawatir ditipu serta terendus otoritas keamanan, mengingat aturan penggunaan senjata yang sangat ketat di negara itu.

Original Source

Topik Menarik