Loading...
Loading…
Biden Depak Direktur VoA

Biden Depak Direktur VoA

Global | koran-jakarta.com | Sabtu, 23 Januari 2021 - 06:00

WASHINGTON DC Pemerintahan Amerika Serikat (AS) pimpinan Presiden Joe Biden, telah mendepak pucuk kepemimpinan di Voice of America (VoA) dan agensi induknya pada Kamis (21/1). Kali ini yang didepak adalah Robert R Reilly, direktur VoA yang merupakan sekutu Presiden AS terdahulu, Donald Trump, dan baru saja ditunjuk untuk jabatan itu bulan lalu.

Menurut keterangan dua orang narasumber, Reilly dan wakilnya, mantan pejabat Kementerian Luar Negeri bernama Elizabeth Robbins, dikawal keluar dari gedung markas VoA. Robbins mengatakan pada rekan-rekannya bahwa ia ambil "cuti dinas".

Sebelum mendepak Reilly dan Robbins, pada Rabu (20/1), CEO US Agency for Global Media (USAGM), Michael Pack, menyatakan pengunduran dirinya atas permintaan Biden setelah selama tujuh bulan terjadi kekacauan setelah Pack mengatakan bahwa dirinya harus memangkas pekerja di VoA dan USAGM. Pack adalah pelindung dari Reilly dan Robbins.

Beberapa orang yang loyal terhadap Pack yang masih berada di agensi tersebut hingga Kamis sore terus berusaha untuk memaksa keluar para eksekutif dan staf senior VoA yang ditargetkan Pack, lapor empat orang narasumber yang mengetahui perkara ini.

Setelah mendepak Reilly, kini jabatan sementara direktur VoA dipegang oleh Yolanda Lopez, seorang jurnalis veteran yang memimpin Pusat Berita VOA hingga pekan lalu. Pada 12 Januari lalu, Lopez dicopot dari semua tugas pengawasan editorial pusat berita berbahasa Inggris setelah salah satu reporter Gedung Putih mencecar Menteri Luar Negeri AS saat itu, Mike Pompeo, atas pernyataan yang ia buat usai pemilihan presiden terkait periode pemerintahan Trump ke-2.

Reporter Gedung Putih itu adalah koresponden VoA asal Indonesia, Patsy Widakuswara. Ia dibebastugaskan dari penempatannya di Gedung Putih selang beberapa jam setelah mencecar Pompeo. Tak hanya mencecar Pompeo, Patsy juga menyudutkan Reilly di sebuah acara yang diadakan di markas VOA di Washington DC karena Reilly dinilai telah gagal mengajukan pertanyaan apapun kepada Pompeo tentang penyerbuan oleh massa pro-Trump ke gedung Capitol. Reilly berang terhadap Patsy dengan melontarkan pernyataan bahwa reporter VoA itu tidak tahu bagaimana harus bersikap.

Langkah Antisipasi

Tindakan pemerintahan Biden untuk memecat pucuk kepemimpinan di VoA maupun USAGM diambil untuk mengantisipasi agar saluran media itu tak diubah menjadi corong bagi propaganda pro-Trump.

VoA dan mitra jaringannya yang mencakup Radio Free Europe / Radio Liberty, Radio Free Asia, Middle East Broadcasting Networks dan Office of Cuba Broadcasting, menjangkau lebih dari 350 juta orang di luar negeri setiap pekannya dan VoA ini secara teknis adalah perusahaan nirlaba yang didanai oleh pemerintah AS.

Misi VoA adalah menyajikan liputan berita yang independen dan bisa bersaing ketat di negara-negara yang tidak memiliki organisasi berita yang kuat atau yang menindak pers bebas. Mereka juga diharapkan mewujudkan nilai-nilai Amerika dengan mencontohkan seperti apa pers yang bebas itu, melalui liputan yang adil tentang masyarakat AS dan debat politik. SB/NPR/I-1

Original Source

Topik Menarik