Loading...
Loading…
Tiongkok Perluas Reklamasi di Pulau Woody

Tiongkok Perluas Reklamasi di Pulau Woody

Global | koran-jakarta.com | Sabtu, 23 Januari 2021 - 01:00

WASHINGTON DC Tiongkok telah semakin memperluas upaya reklamasi di Pulau Woody yang merupakan pangkalan utama terluarnya di wilayah utara di Laut Tiongkok Selatan (LTS), serta membuat tanggul penahan erosi di sepanjang tepi pantai. Informasi itu didapat berdasarkan pantauan citra satelit dan dari dokumen milik pemerintah Tiongkok.

Semua upaya ini untuk menegaskan komitmen Tiongkok dalam mengamankan pangkalan di pulau itu dari ancaman kondisi lingkungan di LTS yang amat ekstrem, dimana Beijing mengklaim wilayah yang amat luas di kawasan perairan yang dipersengketakan oleh sejumlah negara tetangganya, lapor laman berita Radio Free Asia (RFA), Kamis (21/1).

Pulau Woody adalah wilayah daratan terluas di LTS yang diduduki Tiongkok. Pulau ini berada di Kepulauan Paracel dan di pulau ini terdapat Kota Sansha yang dihuni oleh anggota pasukan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA). Kepulauan Paracel saat ini diperebutkan juga oleh Vietnam dan Taiwan.

Tiongkok membangun Kota Sansha pada 2012 sebagai pusat administrasi pemerintahan daerah untuk seluruh wilayah Paracel dan Kepulauan Spratly, Macclesfield Bank, Scarborough Shoal serta perairan sekitarnya, yang wilayahnya bersinggungan dengan teritorial negara lain di kawasan tersebut.

Sejak 2012, Tiongkok dengan gencar memperluas Pulau Woody serta memperbaiki infrastruktur di pulau itu, memperluas dan merampungkan pelabuhan, serta melakukan reklamasi di sepanjang pesisir utara pulau itu. Aktivitas itu merupakan bagian dari rencana reklamasi Tiongkok yang lebih luas di LTS, termasuk membuat sejumlah pulau buatan di Kepulauan Spratly yang ada jauh di selatan.

Nilai Strategis

Walau upaya reklamasi yang dilakukan Tiongkok sebagian besar telah rampung pada 2017, ternyata berdasarkan dokumen yang diterima RFA menyatakan bahwa upaya pengurukan laut di Pulau Woody terus dilanjutkan. Dokumen-dokumen itu menyatakan bahwa Kota Sansha telah meluncurkan tahap pertama proyek renovasi dan restorasi pesisir di Pulau Woody pada pengujung 2018 dengan mengundang sejumlah perusahaan untuk melakukan penawaran kontrak tender bagi survei dan perencanaan pembangunan.

Dokumen-dokumen itu pun menyatakan sejumlah perusahaan BUMN Tiongkok telah memenangkan tender.

Semeentara itu berdasarkan dokumen laporan analisa dampak lingkungan mulai Februari 2019, menyatakan bahwa pemerintah lokal berencana untuk memperluas garis pantai di sebelah utara Pulau Woody, rencana pembangunan tembok laut, dermaga, tanggul penahan erosi serta struktur pemecah ombak.

Investasi bagi melindungi Pulau Woody dari beragam elemen ini mencerminkan pulau ini memiliki nilai strategis tinggi bagi Tiongkok apalagi pembangunan infrastruktur ini ditujukan untuk menyokong Angkatan Laut PLA, Penjaga Pantai dan operasi pasukan pengamanan Tiongkok.

Sementara itu proyek pengembangan infrastruktur di Sansha dimaksudkan agar kota ini dalam jangka panjang bisa jadi lokasi yang layak dihuni di kawasan LTS. RFA/BenarNews/I-1

Original Source

Topik Menarik