Peselingkuh Berebut Ingin Dapat Vaksin Covid-19 agar Perselingkuhan Berjalan Aman

Global | okezone | Published at Jumat, 01 Januari 2021 - 05:03
Peselingkuh Berebut Ingin Dapat Vaksin Covid-19 agar Perselingkuhan Berjalan Aman

INGGRIS – Banyak orang yang berebut ingin mendapatkan vaksin Covid-19. Salah satunya adalah para peselingkuh.

Mereka ingin segera mendapatkan vaksin Covid-19 agar bisa melanjutkan perselingkuhan mereka dengan aman.

Penelitian telah menemukan hampir 40% peselingkuh ingin menerima suntikan vaksin agar mereka dapat melanjutkan pertemuan terlarang dengan selingkuhannya.

Situs kencan pernikahan Ashley Madison mencatat 39% anggotanya sangat ingin mendapatkan vaksin itu sesegera mungkin.

Sebagian besar anggotanya yang disurvei mengatakan pembatasan pandemi adalah penyebab mereka harus “terjebak” di rumah dengan pasangan yang tidak lagi mereka cintai.

Ini membuat lebih banyak orang mendaftar ke aplikasi dan situs web dengan sekitar 20.000 orang bergabung setiap hari.

(Baca juga: Tragis, Sang Tunangan Jatuh dari Atas Tebing Setinggi 198 Meter Usai Lamaran)

Pakar hubungan seksual yang bekerja dengan Ashley Madison dalam penelitian tersebut, psikolog Lucy Beresford, mengatakan pihaknya mendapat banyak umpan balik dari anggota yang tertarik pada vaksin sehingga mereka dapat bertemu lagi dengan aman, alih-alih mengandalkan urusan seks virtual.

“Orang-orang jelas merindukan kontak fisik yang dekat dari kekasih mereka setelah sekian lama tanpa melihat mereka,” terangnya, dikutip The Daily Star.

Anggota Ashley Madison, Hayley, 38, dari Yorkshire, mengatakan dirinya tidak sabar memiliki kesempatan untuk mendapatkan vaksin.

“Pasti sedikit sedih tanpa bisa bertemu dengan pria yang selama ini menjadi selingkuhan saya,” ujarnya.

“Bisa bertemu dengannya tanpa berpikir berpotensi tertular Covid-19 akan membuat saya lega,” tambahnya.

Diketahui, ratusan ribu orang di Inggris telah menerima vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech. Termasuk pekerja NHS, orang-orang yang lebih tua, dan kelompok yang rentan.

Inggris juga telah resmi mengumumkan suntikan Oxford/AstraZeneca telah disetujui untuk digunakan di Inggris dengan dosis pertama akan diberikan mulai pekan depan.

Artikel Asli