Loading...
Loading…
8 Tahun Lagi, China Bisa Salip AS Sebagai Kekuatan Ekonomi Terbesar Dunia

8 Tahun Lagi, China Bisa Salip AS Sebagai Kekuatan Ekonomi Terbesar Dunia

Global | inewsid | Sabtu, 26 Desember 2020 - 08:59

LONDON, iNews.id China bakal menyalip Amerika Serikat (AS) sebagai kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2028. Prediksi itu lima tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, disebabkan proses pemulihan kedua negara dari pandemi Covid yang amat kontras, menurut sebuah lembaga think tank.

Untuk beberapa waktu, tema umum ekonomi global telah menjadi perebutan kekuatan lunak dan ekonomi antara Amerika Serikat dan China, ungkap Centre for Economics and Business Research (CEBR) dalam laporan tahunan yang diterbitkan pada Sabtu (26/12/2020), dikutip Reuters .

Pandemi Covid-19 dan dampak-dampak ekonomi yang terkait tentu saja membuat persaingan ini menguntungkan China, kata lembaga yang bermarkas di London, Inggris, itu.

CEBR menyatakan, manajemen pandemi China yang sangat terampil dengan metode penguncian (lockdown) awal yang ketat, serta; berbagai pukulan terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Barat, menjadikan kinerja ekonomi China relatif meningkat.

China tampaknya bakal menetapkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,7 persen per tahun dari 2021-2025, sebelum melambat menjadi 4,5 persen per tahun dari 2026-2030.

Sementara, Amerika Serikat kemungkinan akan mengalami rebound yang kuat pascapandemi pada 2021. Pertumbuhannya akan melambat menjadi 1,9 persen per tahun antara 2022 dan 2024, dan kemudian menjadi 1,6 persen per tahun setelah itu.

Jepang akan tetap menjadi kekuatan ekonomi terbesar ketiga dunia sampai awal 2030-an. Setelah itu, kata CEBR, posisi tersebut akan diambil alih oleh India. Adapun Jerman turun dari peringkat keempat menjadi kelima.

Inggris, yang saat ini merupakan ekonomi terbesar kelima menurut ukuran CEBR, akan turun ke posisi keenam mulai 2024.

CEBR juga menyatakan, dampak pandemi Covid pada ekonomi global kemungkinan akan muncul dalam wujud inflasi yang lebih tinggi, bukan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat. Kami melihat siklus ekonomi dengan kenaikan suku bunga pada pertengahan 2020-an, kata lembaga itu.

Kondisi ini tentunya akan menimbulkan tantangan bagi para pemerintah yang telah meminjam uang secara besar-besaran untuk mendanai respons mereka terhadap krisis Covid-19.

Original Source

Topik Menarik