Masalah Kabut Asap Indonesia Tak Kujung Beres, Anwar Ibrahim Telepon Prabowo

Masalah Kabut Asap Indonesia Tak Kujung Beres, Anwar Ibrahim Telepon Prabowo

Global | sindonews | Jum'at, 9 Oktober 2026 - 09:47
share

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan secara pribadi telah menelepon Presiden Indonesia Prabowo Subianto terkait krisis kabut asap di wilayah Indonesia yang tak kunjung terselesaikan. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ini telah berdampak pada Malaysia dan kawasan sekitarnya.

Saat berbicara dalam konferensi pers dadakan di luar gedung Kementerian Keuangan pada Kamis, Anwar mengatakan bahwa kementerian terkait juga sedang berkomunikasi dengan mitra mereka di kawasan untuk mengatasi masalah kabut asap.

Baca Juga: Kabut Asap Indonesia Mencekik Malaysia: 'Rasanya seperti Serangan Jantung Kecil bagi Kami'

"Masalah kabut asap ini sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan dan saya telah secara pribadi menghubungi Presiden Prabowo, dan dia setuju untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan," katanya, seperti dikutip dari MalayMail, Jumat (9/10/2026).

Dia mengatakan pemerintah prihatin dengan dampak kesehatan terhadap warga Malaysia dan oleh karena itu telah meningkatkan frekuensi penyemaian awan sebagai upaya untuk meredakan situasi, meskipun hasil terkini belum memuaskan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan Departemen Lingkungan Hidup (DOE) yang menyebutkan bahwa 38 wilayah di Malaysia mencatat angka Indeks Polusi Udara (API) pada tingkat tidak sehat per pukul 15.00 pada Kamis. DOE, dengan mengutip ASEAN Specialised Meteorological Centre, menyatakan bahwa 94 titik panas terdeteksi di Kalimantan dan 210 titik panas di Sumatra pada tanggal 7 Oktober, disertai kabut asap lintas batas dengan tingkat kepadatan sedang hingga pekat yang terpantau di wilayah Sumatra bagian selatan dan tengah, Singapura, serta bagian selatan Semenanjung.

Pada hari yang sama, Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, mendesak pihak berwenang untuk meliburkan sekolah di wilayah-wilayah yang mencatat angka Indeks Polusi Udara di atas 150. Dia khawatir pada kesehatan dan keselamatan para pelajar, dan mendesak Kementerian Pendidikan untuk memberikan perhatian serius terhadap situasi tersebut.

“Langkah-langkah yang tepat harus diambil oleh kementerian dan instansi terkait untuk melindungi para pelajar, termasuk kelompok lanjut usia dan pasien dengan penyakit pernapasan," katanya.

“Senantiasa lakukan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan, termasuk mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan akibat kabut asap,” lanjut Sultan Ibrahim.

Raja Malayusia itu menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan para pelajar harus menjadi prioritas di tengah memburuknya kualitas udara.

Sebelumnya, Johor mengumumkan penutupan sekolah selama dua hari atas perintah pihak Raja Johor menyusul memburuknya kondisi kabut asap dan kualitas udara di seluruh negara bagian tersebut.

Topik Menarik