Inggris Tangkap 2 Pria karena Terobos Markas Operasi Intelijen AS dan NATO

Inggris Tangkap 2 Pria karena Terobos Markas Operasi Intelijen AS dan NATO

Global | sindonews | Jum'at, 9 Oktober 2026 - 11:13
share

Polisi antiterorisme Inggris telah menangkap dua pria warga negara Latvia atas tuduhan menerobos pangkalan militer yang jadi markas operasi intelijen utama Amerika Serikat (AS) dan NATO.

Penangkapan ini terjadi hanya beberapa hari setelah otoritas Inggris mengungkap dugaan plot teror yang terkait dengan Iran di Royal Air Force (RAF) Fairford, pangkalan udara yang digunakan AS.

Baca Juga: 5 Pria Ditangkap atas Dugaan Hendak Ledakkan Pangkalan AS di Inggris, Dicap Teroris

Kedua pria tersebut, yang berusia 32 dan 36 tahun, ditahan pada Kamis dini hari di dalam kompleks RAF Molesworth di Cambridgeshire setelah petugas keamanan menemukan kendaraan yang ditinggalkan dan kerusakan pada pagar pembatas pangkalan.

Kedua tersangka berdomisili di Inggris dan awalnya ditangkap atas dugaan pelanggaran batas wilayah serta perusakan properti. Mereka kemudian ditangkap kembali berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional atas dugaan memasuki lokasi terlarang dengan tujuan yang merugikan Inggris. Identitas dan kemungkinan motif mereka belum diungkapkan ke publik.

RAF Molesworth, yang terletak sekitar 70 mil di utara London, menjadi lokasi operasi intelijen militer AS yang mencakup wilayah Eropa dan Afrika, serta menjadi tempat bagi Intelligence Fusion Centre milik NATO. Meskipun secara resmi ditetapkan sebagai pangkalan RAF, fasilitas ini dioperasikan oleh militer AS dan tidak berfungsi sebagai pangkalan udara aktif.Penyidik antiterorisme telah mengambil alih kasus ini, namun otoritas Inggris belum membeberkan bukti di hadapan publik yang menunjukkan bahwa penerobosan tersebut melibatkan spionase, terorisme, atau keterlibatan pemerintah asing.

"Kami sangat menyadari adanya peningkatan perhatian dan kekhawatiran belakangan ini terkait lokasi-lokasi militer," ujar Komandan Helen Flanagan, kepala unit Kepolisian Antiterorisme London.

"Namun, pada tahap ini, tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa insiden ini berkaitan dengan peristiwa di RAF Fairford," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (9/10/2026).

Insiden terbaru ini menyusul peristiwa kekhawatiran keamanan yang banyak diberitakan di RAF Fairford, Gloucestershire. Di sana, lima pria ditangkap pada 27 September setelah polisi menemukan tiga mobil van mencurigakan di dekat pangkalan tersebut—lokasi yang pernah digunakan oleh pesawat pengebom Amerika selama perang AS-Israel melawan Iran.

Penangkapan tersebut awalnya memicu dugaan adanya kemungkinan serangan bom teroris atau serangan pesawat drone, dengan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengisyaratkan adanya "indikasi kuat" keterlibatan Iran. Teheran membantah tuduhan tersebut.Polisi kemudian mengakui bahwa tidak ada bahan peledak yang ditemukan, dan penyelidikan hanya mendapati adanya sejumlah bensin di dalam kendaraan-kendaraan tersebut. Kelima tersangka dibebaskan dengan jaminan dalam hitungan hari, yang memicu pertanyaan lebih lanjut mengenai penilaian awal terhadap ancaman tersebut.

Dua pria tambahan, termasuk seorang warga negara dengan kewarganegaraan ganda Inggris-Iran, kemudian ditangkap terkait dugaan rencana serangan tersebut. Keduanya juga telah dibebaskan dengan jaminan, sehingga totalnya menjadi tujuh tersangka yang dibebaskan tanpa dakwaan.

Peristiwa kekhawatiran keamanan di RAF Fairford juga terjadi bersamaan dengan penarikan mendadak pesawat pengebom strategis B-1 milik AS dari pangkalan di Inggris tersebut. Presiden AS Donald Trump mengaitkan keputusan itu dengan ancaman keamanan, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menepis adanya hubungan langsung antara dugaan rencana serangan tersebut dan pemindahan kembali pesawat-pesawat itu.

Dalam kasus terbaru di Molesworth, tim penyelidik juga memanggil ahli bahan peledak untuk memeriksa kendaraan yang ditinggalkan itu, serta sempat memberlakukan perimeter keamanan di jalan-jalan sekitar lokasi. Pembatasan tersebut dicabut setelah tidak ditemukan hal yang mencurigakan.

Topik Menarik