MBS Dukung Penuh Pemerintah Yaman dan Aliansi Mekkah Hancurkan Houthi
Arab Saudi menegaskan kembali "dukungan penuhnya" bagi Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman dan pemerintah yang diakui secara internasional dalam upaya mereka mengakhiri kendali Houthi dan memulihkan institusi negara. Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah rapat kabinet yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Kabinet Saudi menuduh milisi Houthi yang didukung Iran lebih memilih eskalasi militer daripada perdamaian serta memperparah penderitaan kemanusiaan dan ekonomi rakyat Yaman.
Kabinet juga menuduh milisi tersebut terus mengancam keamanan kawasan dan navigasi maritim di Laut Merah bagian selatan serta Selat Bab al-Mandeb.
Pernyataan ini muncul setelah ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, pada hari Minggu mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran yang bertujuan merebut kembali seluruh wilayah yang masih dikuasai Houthi.
Angkatan bersenjata Yaman kemudian mengumumkan apa yang mereka sebut sebagai "pertempuran pembebasan" untuk memulihkan institusi negara dan kedaulatan di seluruh negeri.Pasukan pemerintah sejak saat itu melaporkan kemajuan di beberapa front, termasuk keberhasilan merebut kembali kota pelabuhan strategis Mokha di Laut Merah setelah bentrokan sengit dan dengan dukungan serangan udara.
Koalisi pimpinan Saudi telah berjanji untuk terus mendukung pemerintah Yaman dan angkatan bersenjatanya. Juru bicara koalisi, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa Riyadh akan terus mendampingi Yaman hingga negara beserta institusinya pulih kembali.
Kabinet Saudi juga menyambut baik hasil pertemuan darurat Komite Politik dan Pertahanan Strategis Aliansi Pertahanan Mekkah pada hari Senin, yang mempertemukan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan di tengah serangan-serangan baru-baru ini terhadap Kerajaan tersebut. Kabinet memuji solidaritas ketiga negara serta komitmen mereka untuk bersatu menghadapi serangan yang menargetkan Arab Saudi, termasuk upaya serangan terhadap Mekkah dan Madinah serta fasilitas sipil dan ekonomi.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga negara sepakat untuk mengaktifkan langkah pencegahan kolektif dan segera bergerak menuju implementasi praktis dari komitmen pertahanan bersama mereka.Langkah-langkah tersebut mencakup penyediaan kekuatan dan kemampuan militer yang telah disepakati serta pengerahan cepat pasukan tersebut ke Arab Saudi, dengan tujuan memperkuat kesiapan militer, integrasi, dan kemampuan kolektif negara-negara tersebut dalam menghadapi ancaman.
Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, menyatakan setelah pertemuan hari Senin bahwa ketiga negara bersatu padu menghadapi serangan yang menargetkan Kerajaan beserta situs-situs sucinya, serta akan mengaktifkan langkah pencegahan kolektif terhadap serangan tersebut dan "semua pihak di baliknya."
Perkembangan ini terjadi di tengah eskalasi tajam ketegangan dengan kelompok Houthi, di mana otoritas Arab Saudi melaporkan serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan Kerajaan dalam beberapa pekan terakhir.



