Negara Pemilik Mata Uang Termahal di Dunia Cabut Kewarganegaraan 415 Orang, Termasuk Miliarder
Kuwait, negara dengan nilai mata uang termahal di dunia, telah menerbitkan enam dekret yang mencabut kewarganegaraan 415 orang. Dari ratusan orang itu, salah satunya adalah miliarder terkemuka Mahmoud Haider.
Menurut dekret pertama yang diterbitkan dalam lembaran resmi Kuwait, sertifikat kewarganegaraan dicabut dari enam orang beserta tanggungan mereka berdasarkan Pasal 21 bis (A) Undang-Undang Kewarganegaraan Kuwait tahun 1959 beserta amendemennya, sebagaimana dikutip The New Arab.
Baca Juga: Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Dekret kedua mencabut kewarganegaraan 286 orang dan tanggungan mereka, sementara dekret ketiga mencabut kewarganegaraan 14 orang.
Dekret keempat mencabut kewarganegaraan 25 orang dan tanggungan mereka, sedangkan dekret kelima berdampak pada 41 orang lainnya. Dekret keenam mencabut kewarganegaraan Kuwait dari 43 orang tambahan beserta tanggungan mereka.Kuwait memulai kampanye peninjauan kewarganegaraan pada tahun 2024, dengan tujuan mengatasi klaim kewarganegaraan yang curang, termasuk kasus-kasus yang melibatkan kewarganegaraan ganda atau kewarganegaraan yang diperoleh melalui pernikahan. Hukum Kuwait juga mengizinkan pencabutan kewarganegaraan atas dasar kepentingan nasional dan keamanan negara—ketentuan yang menurut organisasi hak asasi manusia (HAM) telah diterapkan secara luas tanpa banyak penjelasan kepada publik.
Langkah pemerintah Kuwait ini telah meluas secara signifikan tahun ini, dengan pencabutan kewarganegaraan yang menyasar politisi, pemain sepak bola, musisi, dan tokoh publik lainnya, termasuk kiper Piala Dunia 1982 Ahmed al-Tarabulsi, penyanyi Abdulmohsen Al Muhanna, dan komposer Yousef Al Muhanna.
Kelompok HAM memperkirakan bahwa setidaknya 50.000 orang telah kehilangan kewarganegaraan Kuwait mereka sejak tahun 2024, seraya memperingatkan bahwa kampanye tersebut telah menimbulkan kekhawatiran yang kian meningkat mengenai prosedur hukum yang semestinya, transparansi, dan risiko menjadi orang tanpa kewarganegaraan.
Negara Kaya Minyak, Mata Uang Termahal
Sekadar diketahui, Kuwait merupakan negara kaya minyak. Ia memiliki cadangan minyak mentah yang sangat besar, sekitar 101,5 miliar barel, atau kira-kira 6 dari cadangan minyak dunia.Minyak menyumbang porsi besar terhadap pendapatan pemerintah dan ekspor Kuwait. Negara Teluk ini juga merupakan salah satu anggota pendiri OPEC (Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi).
Kekayaan minyak tersebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan Kuwait membangun Kuwait Investment Authority (KIA), salah satu sovereign wealth fund tertua di dunia. Meski demikian, Kuwait juga berupaya melakukan diversifikasi ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada minyak.
Tak hanya itu, Kuwait adalah negara dengan nilai mata uang termahal di dunia. Kurs pada Selasa (6/10/2025) tercatat bahwa 1 Dinar Kuwait (KWD) senilai 3,23 dolar Amerika Serikat (AS).


