4 Fakta Eropa Siaga Hadapi Wabah Pes Pneumonik, Pertama Kali dalam 50 Tahun Terakhir

4 Fakta Eropa Siaga Hadapi Wabah Pes Pneumonik, Pertama Kali dalam 50 Tahun Terakhir

Global | sindonews | Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:54
share

Komisi Eropa memantau dugaan wabah pes pneumonik di Siberia, Rusia, "dengan sangat cermat" dan siap mengoordinasikan respons di antara negara-negara anggota jika diperlukan.

Situasi ini terungkap menyusul kematian seorang petugas laboratorium di Institut Penelitian Anti-Pes Irkutsk pada tanggal 2 Oktober; ia dikabarkan memecahkan tabung reaksi yang berisi patogen penyebab pes. Kematiannya dikaitkan dengan "pneumonia yang etiologinya tidak diketahui".

4 Fakta Eropa Siaga Hadapi Wabah Pes Pneumonik, Pertama Kali dalam 50 Tahun Terakhir

1. Picu Kekhawatiran di Seluruh Dunia

Insiden tersebut memicu langkah-langkah pencegahan di wilayah itu. Sekitar 200 orang yang sempat melakukan kontak dengan petugas laboratorium tersebut telah ditempatkan di bawah pengawasan medis yang ketat.

Sejauh ini, pihak berwenang Rusia belum mengonfirmasi adanya wabah pes, namun laporan-laporan tersebut telah meningkatkan kekhawatiran di seluruh dunia.

"Kami mengetahui adanya laporan mengenai insiden laboratorium di Rusia, yang tampaknya melibatkan patogen penyebab pes," ujar juru bicara Komisi pada hari Senin, dilansir EuroNews.

2. Eropa Terus Memantau Situasi Terkini

"Kesehatan masyarakat selalu menjadi prioritas bagi kami, jadi kami terus berkomunikasi dengan para ahli kami dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC)," tambah juru bicara tersebut."Kami memantau situasi yang sedang berlangsung dengan sangat cermat."

3. Infeksi yang Menyebar Cepat

Pes pneumonik adalah infeksi paru-paru yang berkembang cepat akibat bakteri Yersinia pestis dan menyebar melalui percikan pernapasan yang menular saat terjadi kontak erat. Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi namun dapat diobati secara efektif dengan antibiotik modern.

"Kami jauh lebih siap menghadapi pandemi apa pun" setelah COVID, kata juru bicara tersebut, seraya mencatat bahwa berbagai negara memiliki persediaan antibiotik yang siap digunakan. Komisi memanfaatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memperoleh informasi terkini dari pihak berwenang Rusia, mengingat kontak mereka dengan mitra-mitra di Eropa sangat dibatasi sejak dimulainya invasi skala penuh ke Ukraina.

Untuk saat ini, pihak eksekutif tidak berencana mengadakan pertemuan khusus ataupun mengambil langkah-langkah darurat.

4. Pertama Kali dalam 50 Tahun Terakhir

Langkah tanggapan Brussels ini serupa dengan langkah Washington.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan sedang memantau situasi secara "cermat" dan mendesak Moskow untuk memberikan informasi yang "akurat" secara "cepat dan terbuka". Komisi juga menekankan perlunya "pelaporan yang tepat waktu dan transparan".

Wabah ini tidak lagi ditemukan di Eropa selama lebih dari 50 tahun.

Topik Menarik