12 Pesawat Pengebom AS Dipindahkan, Apakah Plot Teror Iran Sukses?
AS segera menarik 12 pesawat pengebom dari sebuah pangkalan udara di Inggris setelah menerima informasi ancaman baru mengenai dugaan plot teroris yang menargetkan fasilitas tersebut. Demikian dilaporkan New York Times dengan mengutip sejumlah sumber.
Pengumuman yang dikutip NYT ini muncul sepekan setelah lima pria ditangkap di dekat RAF Fairford dalam operasi yang digembar-gemborkan sebagai operasi keamanan tingkat tinggi di lokasi yang menjadi pangkalan bagi pesawat pengebom AS yang digunakan dalam perang melawan Iran. Namun, setelah reaksi heboh dari media Inggris, kelima pria yang semuanya merupakan warga negara Inggris berusia awal 20-an itu dibebaskan dengan jaminan pada hari berikutnya.
Beberapa hari kemudian, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyatakan bahwa London memiliki "indikasi kuat" bahwa Iran mungkin berada di balik insiden tersebut. Insiden itu sendiri baru terungkap setelah seorang petani setempat melapor ke polisi usai melihat sekelompok pria berlari meninggalkan van putih mereka di jalan pedesaan saat tertyorot lampu depan mobilnya.
Ke-12 pesawat pengebom B-1 Angkatan Udara AS ditarik selama akhir pekan, diduga setelah para komandan menerima peringatan baru mengenai kemungkinan adanya plot yang didukung Iran untuk menyerang pangkalan tersebut, ungkap dua pejabat AS anonim kepada NYT pada hari Minggu.Beberapa pesawat dilaporkan baru tiba seminggu sebelumnya sebagai bagian dari rotasi rutin. Menurut sumber NYT, penarikan tersebut dianggap sangat mendesak sehingga beberapa pesawat pengebom lepas landas tanpa dukungan pengisian bahan bakar di udara. Setidaknya tiga pesawat pengebom telah tiba di pangkalan induk mereka di South Dakota pada hari Minggu, kata para pejabat tersebut.
Menurut sebuah sumber, informasi tersebut terkait dengan peringatan ancaman yang muncul tiga minggu sebelumnya, namun rincian baru yang diterima dalam 24 jam terakhir membuat para komandan khawatir dan meningkatkan urgensi penarikan pesawat pengebom tersebut. Rincian mengenai hal itu tidak diungkapkan.
Komando Eropa Pentagon mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat tersebut telah meninggalkan Inggris namun menolak berkomentar mengenai adanya peringatan baru.
"Kami dapat mengonfirmasi saat ini bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang dikerahkan ke RAF Fairford sedang kembali ke pangkalan asal mereka di Amerika Serikat," demikian pernyataan komando tersebut. "Pesawat pengebom Angkatan Udara AS secara rutin beroperasi di seluruh dunia untuk mendukung kesiapan kekuatan global dan kebutuhan operasional."
Peristiwa pada bulan September itu memicu spekulasi media mengenai kemungkinan keterlibatan Iran atau Rusia, ataupun adanya kaitan dengan kelompok ekstremis Islam.Insiden tersebut bermula setelah seorang warga setempat melaporkan adanya tiga mobil van yang menghalangi jalan lewat tengah malam dan pria-pria berpenutup kepala yang berlari menjauh saat terkena sorotan lampu depan mobilnya. Polisi awalnya menduga van-van tersebut mungkin berisi bahan peledak, namun tidak ditemukan apa pun, meskipun ditemukan bensin di lokasi.
Para tersangka, yang semuanya merupakan penduduk London berusia 23-25 tahun, kemudian ditahan atas dugaan merencanakan serangan teroris. Seorang pria keenam, yang merupakan warga negara ganda Inggris-Iran dan ditangkap di London pada 1 Oktober atas dugaan serupa, juga telah dibebaskan dengan jaminan.
Perdana Menteri Andy Burnham mengatakan ada "indikasi kuat" bahwa Iran turut berperan.
Presiden AS Donald Trump mengkritik pembebasan para tersangka tersebut, dengan mengatakan bahwa pihak berwenang AS dan Inggris sudah mengetahui keberadaan mereka dan bahwa mereka "berniat menimbulkan kerusakan besar pada pangkalan kami."
Iran membantah terlibat dalam peristiwa tersebut. Kedutaan Besar Iran di London menuduh Inggris menyebarkan "Iranofobia." Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menepis tuduhan Burnham, dengan mengatakan bahwa Burnham "salah alamat" dan menuduh pihak yang keliru.


