Heboh PM Samoa Salam Nazi dan Ucapkan Heil Hitler, Kini Minta Maaf dan Dukung Israel

Heboh PM Samoa Salam Nazi dan Ucapkan Heil Hitler, Kini Minta Maaf dan Dukung Israel

Global | sindonews | Senin, 5 Oktober 2026 - 12:51
share

Perdana Menteri (PM) Samoa La’auli Leuatea Schmidt meminta maaf pada hari ini (5/10/2026) setelah beredar video yang menunjukkan dirinya mengucapkan “Heil Hitler” dan melakukan salam Nazi.

Schmidt mengatakan rekaman video tersebut berasal dari acara keluarga yang berlangsung hampir 20 tahun lalu dan tidak pernah dimaksudkan untuk diketahui publik.

Baca Juga: Genosida Gaza oleh Israel Disamakan dengan Aksi Hitler, Netanyahu Marah

"Rekaman itu memperlihatkan saya mengucapkan kata-kata 'Heil Hitler' dan melakukan gestur yang dikaitkan dengan Nazi Jerman dalam acara keluarga yang bersifat pribadi—bukan untuk konsumsi publik," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

"Apa pun konteks atau niat di balik pertemuan 20 tahun silam itu, saya mengakui bahwa kata-kata dan gestur tersebut tidak pantas serta dapat menyinggung perasaan dan melukai hati orang lain; saya memohon maaf karena telah menggunakannya," lanjut dia, yang dilansir AFP.

Berbeda dengan 20 tahun silam, sekarang Schmidt menyatakan dukungan kuatnya terhadap Israel—negara Yahudi yang mengeklaim dirinya sebagai rumah bagi penyintas Holocaust rezim Nazi Jerman. Schmidt berkomitmen untuk membuka Kedutaan Besar Samoa di Yerusalem sebelum akhir tahun. "Saya menolak Nazisme, antisemitisme, rasisme, dan segala bentuk ekstremisme politik," tegasnya.

Dia mengenakan selendang doa Yahudi saat dilantik sebagai PM Samoa pada tahun 2025, seraya memasuki ruangan diiringi suara tiupan tanduk seremonial "shofar".

"Saya mendukung Israel, tanah milik Tuhan," ujarnya kala itu, sebagaimana dilaporkan media setempat. "Samoa akan berdiri tegak dan mendukung tanah suci milik Tuhan."

Negara-negara Pasifik yang sangat religius seperti Samoa memegang teguh keyakinan pada nubuat Perjanjian Lama, yang menyatakan bahwa kaum Yahudi ditakdirkan untuk suatu hari nanti kembali ke Tanah Israel—wilayah Palestina yang diduduki dan dicaplok rezim Zionis.

Topik Menarik