Presiden Suriah Bercanda kepada Trump: Berikan Saja New Jersey kepada Israel
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengatakan bahwa dia sempat bercanda meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyerahkan New Jersey kepada Israel. Itu disampaikan lantaran pemimpin Amerika itu mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan meski wilayah itu milik Suriah.
Berbicara dalam sebuah diskusi di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada hari Rabu, al-Sharaa mengatakan: "Presiden Trump adalah sosok yang berpihak pada Suriah, mendukungnya, dan mengeluarkan keputusan bersejarah untuk mencabut sanksi terhadap Suriah."
Baca Juga: Israel Gelisah AS Jual 48 Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi, Minta Kompensasi Senjata Canggih
"Saya sangat menghormatinya dan memiliki hubungan yang sangat istimewa dengannya," ujarnya.
Al-Sharaa kemudian mengaku pernah bercanda dengan Trump saat berkunjung ke Gedung Putih ketika presiden AS tersebut menyinggung soal pengakuannya soal kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan."Saya katakan kepadanya, mengapa Anda tidak memberikan New Jersey saja kepada mereka, jika Anda memang ingin memberikan tanah kepada Israel," ujarnya."Menurut saya, New Jersey adalah milik Partai Demokrat dan mereka tidak memilih Presiden Trump, jadi ada baiknya jika wilayah itu diberikan kepada mereka," imbuh dia, seperti dikutip Middle East Monitor, Kamis (24/9/2026).
"Trump memiliki New Jersey, tetapi dia tidak memiliki Dataran Tinggi Golan. Terlepas dari lelucon ini, Dataran Tinggi Golan adalah milik rakyatnya, dan baik presiden Suriah maupun presiden AS tidak memiliki hak untuk menyerahkannya kepada pihak lain," paparnya.
Israel telah menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan Suriah sejak perang tahun 1967 dan menyatakan aneksasi wilayah tersebut pada tahun 1981.
PBB menolak langkah Israel tersebut melalui Resolusi Dewan Keamanan nomor 497, yang menyatakan tindakan itu tidak sah dan batal demi hukum.
Sebagian besar negara menganggap Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Suriah yang berada di bawah pendudukan militer Israel, sementara Amerika Serikat dan Kolombia telah mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.
