Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan Upaya AS Tabur Perpecahan, Negara-negara Teluk Kecam Teheran
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel berupaya menciptakan perpecahan internal di Iran untuk menutupi "kekalahan militer" mereka. Tudingan itu muncul dalam pernyataan tertulis yang diterbitkan oleh media pemerintah Iran.
Khamenei mengatakan, “Rencana buta musuh – setelah perang yang dipaksakan, tekanan ekonomi, dan pengepungan politik dan propaganda – adalah untuk menciptakan perpecahan dan disintegrasi guna menutupi kekalahan militer dan membuat bangsa ini bertekuk lutut.”
Ia menyerukan "persatuan nasional" dan kohesi melawan serangan tersebut.
Sementara itu, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi telah mengutuk serangan rudal terhadap pangkalan udara AS di Kuwait, dengan hanya UEA yang secara tegas menyebut Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas "serangan teroris" tersebut.
Dalam pernyataan yang dibagikan di media sosial, kementerian luar negeri UEA, Qatar, dan Arab Saudi mengatakan mereka menganggap serangan itu sebagai "pelanggaran mencolok" terhadap kedaulatan Kuwait, dan menyatakan "solidaritas penuh" negara mereka dengan Kuwait dan "dukungan untuk semua langkah" yang diambil untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitasnya.Secara terpisah, kepala Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Mohamed Al-Budaiwi, juga mengecam serangan terhadap pangkalan udara AS di Kuwait.
"Sekretaris Jenderal menunjukkan kelanjutan serangan-serangan berbahaya ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan prinsip-prinsip bertetangga baik," kata pernyataan itu.
"Yang Mulia menegaskan dukungan penuh negara-negara GCC untuk negara Kuwait dalam semua langkah yang diambil untuk menjaga keamanan dan stabilitasnya, serta keselamatan warga negara dan penduduknya," tambah pernyataan itu.
Baca juga: Irlandia Larang Impor dari Permukiman Israel Mulai Pertengahan Juli
