Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan

Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan

Global | sindonews | Kamis, 28 Mei 2026 - 14:42
share

Sebuah pesawat Airbus 320 yang membawa para pelancongtelah dua kali gagal melakukan pendaratan di bandara yang berlokasi di puncak gunung di Pasto, Kolombia, karena angin kencang dan kabul tebal. Kejadian mengerikan ini membuat para penumpang berteriak ketakutan, menangis, muntah, dan bahkan pingsan.

Bandara Antonio Narino di Pasto, yang terletak 5.951 kaki di atas permukaan laut di Pegunungan Andes, terkenal karena kondisinya yang menantang bagi para penerbang.

Baca Juga: 5 Bandara Tertinggi di Dunia, Ada yang Mencapai 4.411 Meter

Pesawat yang dua kali gagal mendarat itu dioperasikan Avianca Airlines. Pihak maskapai mengonfirmasi insiden tersebut terjadi hari Selasa lalu, tapi tidak merinci jumlah penumpang di penerbangan AV9401 itu.

Menurut laporan The New York Post, Rabu, para penumpang terlihat berdoa di tempat duduk mereka saat kondisi cuaca buruk menerpa pesawat dalam pendekatannya ke bandara terpencil tersebut.

Rekaman video yang diambil dengan kamera ponsel di dalam kabin menunjukkan para penumpang mencengkeram kursi mereka dan menutupi wajah saat awak pesawat mendesak mereka untuk "bernapas dalam-dalam" ketika pesawat mencoba mendarat. Momen itu terjadi dua kali dan semuanya gagal di tengah jarak pandang rendah, angin kencang, dan kabut tebal.Seorang terlihat menangis dan muntah. Beberapa penumpang juga terlihat pingsan, mual, dan panik.

Setelah upaya pendaratan kedua gagal, pesawat terpaksa kembali ke Ibu Kota Kolombia, Bogota, karena kapten pilot mengikuti protokol keselamatan yang ketat daripada mengambil risiko pendaratan yang berbahaya.

Pesawat kembali dengan selamat ke Bogota untuk menunggu kondisi membaik sebelum berangkat lagi, yang akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Pasto sekitar pukul 14.37 waktu setempat.

Tidak ada cedera yang dilaporkan dalam insiden yang menegangkan itu, meskipun penumpang merasa terguncang.

Maskapai Avianca mengatakan bahwa kondisi cuaca di bandara tidak memenuhi standar keselamatannya, sehingga memaksa pesawat untuk berbalik arah.

“Ketika kondisi tidak aman, pilot harus membatalkan manuver dan mencoba lagi atau mengalihkan penerbangan. Ini adalah bagian yang sepenuhnya normal dari protokol keselamatan penerbangan,” kata seorang juru bicara maskapai kepada Jam Press.

“Keselamatan adalah prioritas kami,” imbuhnya.

Topik Menarik