Ini Respons Netanyahu usai Menteri Israel Perlakukan Hina Para Aktivis Global Sumud Flotilla

Ini Respons Netanyahu usai Menteri Israel Perlakukan Hina Para Aktivis Global Sumud Flotilla

Global | sindonews | Kamis, 21 Mei 2026 - 12:24
share

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir telah mengunggah video yang menunjukkan dirinya memperlakukan para aktivis misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) secara hina. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu langsung menegur Ben-Gvir setelah video itu memicu kemarahan para pemimpin dunia.

Setidaknya ada sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang diculik pasukan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan bersama GSF. Para aktivis ini sedianya akan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Baca Juga: Menteri Israel Hina Para Aktivis Global Sumud Flotilla yang Dipaksa Berlutut, Dunia Marah

Dalam salah satu video yang diunggahnya, menteri dari kubu sayap kanan tersebut—yang telah dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS) karena menghasut kekerasan terhadap rakyat Palestina—terlihat berjalan-jalan di antara sekitar 430 aktivis GSF yang ditahan oleh polisi dan pasukan militer Israel.

"Selamat datang di Israel, kami adalah tuan tanahnya," kata Ben-Gvir kepada beberapa aktivis sambil mengibarkan bendera Israel yang besar.

Dalam video tersebut, seorang aktivis yang tangannya diikat di belakang punggung terlihat berteriak "Free Palestine (Bebaskan Palestina)" saat Ben-Gvir lewat. Petugas keamanan langsung memaksa aktivis tersebut untuk berlutut.Dalam apa yang tampak seperti kamp penahanan darurat di pelabuhan Ashdod Israel dan di dek kapal, video tersebut menggambarkan para aktivis dengan tangan terikat di belakang punggung mereka, dipaksa berlutut dengan dahi menyentuh lantai.

Dalam video lainnya, Ben-Gvir mengejek para aktivis dengan mengatakan; "Datang ke sini dengan penuh kebanggaan seperti pahlawan besar". "Lihat mereka sekarang," katan lagi.

Dia lantas memohon kepada PM Netanyahu untuk mengizinkannya memenjarakan mereka untuk waktu yang sangat lama.

Netanyahu mengkritik perilaku Ben-Gvir dalam video tersebut, tetapi dia tetap membela tindakan pasukan militer Israel mencegat kapal-kapal GSF.

"Israel memiliki hak penuh untuk mencegah armada provokatif pendukung teroris Hamas memasuki perairan teritorial kami dan mencapai Gaza," katanya dalam sebuah pernyataan. "Namun, cara Menteri Ben-Gvir menangani para aktivis armada tersebut tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel," katanya.Sebagai tanggapan atas perlakuan terhadap para aktivis GSF pro-Palestina yang diculik, Spanyol telah bergabung dengan negara-negara lain dalam memanggil duta besar Israel.

"Tindakan ini sebagai respons atas perlakuan yang mengerikan, tidak bermartabat, dan memalukan oleh seorang menteri Israel terhadap warga Spanyol dan anggota armada lainnya," tulis Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares di X, Kamis (21/5/2026).

Setelah video tindakan Ben-Gvir tersebut viral, Turki mengecam apa yang mereka sebut sebagai "mentalitas barbar" Israel.

"Menteri yang bersangkutan, salah satu aktor utama genosida yang dilakukan Israel di Gaza, sekali lagi secara terbuka menunjukkan kepada seluruh dunia mentalitas kekerasan dan biadab pemerintah Netanyahu," kata Kementerian Luar Negeri Turki.

Perlakuan buruk terhadap para aktivis GSF juga mendorong Prancis, Italia, dan negara-negara NATO lainnya untuk memanggil duta besar Israel.Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan aktivitas menteri sayap kanan Israel, Ben-Gvir, terhadap para aktivis internasional dikecam sebagai tidak dapat diterima.

"Perlindungan warga negara Prancis adalah prioritas utama. Saya telah meminta agar duta besar Israel untuk Prancis dipanggil untuk menyampaikan kemarahan kami dan mendapatkan penjelasan," paparnya.

Menurutnya, meskipun Prancis tidak menyetujui strategi armada tersebut, anggota dari Prancis yang telah ditahan oleh Israel harus diperlakukan dengan hormat dan dibebaskan sesegera mungkin.

Topik Menarik