AS dan Israel Bersiap Bombardir Iran Lagi, Paling Cepat Minggu Depan

AS dan Israel Bersiap Bombardir Iran Lagi, Paling Cepat Minggu Depan

Global | sindonews | Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10
share

Amerika Serikat (AS) dan Israel sedang mempersiapkan serangan gabungan lagi terhadapIran. The New York Times, mengutip dua pejabat Timur Tengah pada hari Jumat, melaporkan serangan terbaru paling cepat dimulai minggu depan.

Para pejabat, yang ingin tetap anonim, mengatakan kepada The New York Times bahwa AS dan Israel sedang melakukan persiapan intensif untuk kemungkinan dimulainya kembali permusuhan, dan mencatatnya sebagai persiapan paling signifikan sejak gencatan senjata yang dimediasi Pakistan ditetapkan pada awal 7-8 April.

Baca Juga: Trump Pulang dari China, AS dan Iran di Ambang Perang Besar Lagi

Seorang pejabat senior Israel, yang dikutip Channel 12, Minggu (17/5/2026), mengatakan bahwa Israel sedang bersiap untuk perang yang akan segera terjadi dan menunggu Presiden AS Donald Trump untuk memutuskan bagaimana melanjutkan negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri konflik.

 

“Amerika memahami bahwa negosiasi dengan Iran tidak akan membuahkan hasil,” klaim pejabat tersebut, yang menolak disebutkan namanya.

“Kami sedang bersiap untuk pertempuran selama beberapa hari hingga beberapa minggu dan menunggu keputusan akhir Trump. Kami akan tahu lebih banyak dalam 24 jam,” ujarnya. Tidak jelas mengapa pejabat tersebut menyebutkan jangka waktu 24 jam.Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan kepada anggota Parlemen pada Selasa lalu, "AS memiliki rencana untuk meningkatkan eskalasi, jika perlu.”

“Kami memiliki rencana untuk berjalan surut, jika perlu. Kami memiliki rencana untuk memindahkan aset,” kata Hegseth.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News pada hari Jumat bahwa Iran menolak untuk mengakui beberapa kesepakatan yang telah disepakati.

“Setiap kali mereka membuat kesepakatan, keesokan harinya seolah-olah kita tidak pernah melakukan percakapan itu,” kata Trump.

Termasuk dalam kesepakatan itu adalah persyaratan bagi Iran untuk mentransfer uranium yang telah diperkaya ke AS, yang harus mengekstrak material yang terkubur dalam tersebut.Juru Bicara Keamanan Nasional Parlemen Iran Ebrahim Rezaei mengancam bahwa Republik Islam dapat meningkatkan pengayaan uranium hingga 90 jika serangan AS dan Israel berlanjut.

Trump mengatakan kepada Sean Hannity dari Fox News pada hari Kamis bahwa dia lebih memilih untuk mendapatkan uranium tersebut daripada membiarkannya terkubur di reruntuhan Iran.

“Sebenarnya saya merasa lebih baik jika mendapatkannya,” kata Trump. “Tapi menurut saya, ini lebih untuk public relation daripada untuk hal lain," paparnya.

Trump menambahkan bahwa dia tidak akan “lebih sabar” dengan kepemimpinan Iran, menambahkan bahwa mereka bisa membuat kesepakatan atau dihancurkan.

“Orang waras mana pun akan membuat kesepakatan,” kata Trump. “Tapi mereka mungkin gila.”

Topik Menarik