Trump: Iran Menertawakan AS yang Kini Hebat Kembali

Trump: Iran Menertawakan AS yang Kini Hebat Kembali

Global | sindonews | Senin, 11 Mei 2026 - 08:03
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Iran telah "bermain-main" dan menertawakan Amerika selama beberapa dekade. Namun, dia mengeklaim bahwa hal itu akan segera dihentikan.

Pernyataan Trump itu merupakan serangan verbal terhadap para mantan presiden AS, terutama Barack Obama, menuduh pemerintahan sebelumnya membantu Iran secara finansial dan politik.

Baca Juga: Trump Marah atas Respons Iran terhadap Proposal AS: 'Sama Sekali Tak Dapat Diterima!'

"Iran telah bermain-main dengan Amerika Serikat, dan seluruh dunia, selama 47 tahun (TUNDA, TUNDA, TUNDA!)," kata Trump di platform Truth Social miliknya.

 

"Dan akhirnya menemukan 'kesempatan emas' ketika Barack Hussein Obama menjadi Presiden," tulis Trump.

"[Iran] menertawakan negara kita yang kini HEBAT KEMBALI. Mereka tidak akan tertawa lagi!" lanjut Trump, seperti dikutip dari AFP, Senin (11/5/2026). Dia menuduh pemerintahan Obama saat itu memberi Iran "kesempatan baru yang besar dan sangat kuat" melalui keringanan sanksi dan pengaturan keuangan di bawah kesepakatan nuklir 2015.

“Ratusan miliar dolar, dan 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai hijau, yang diterbangkan ke Teheran, diberikan kepada mereka di atas piring perak,” klaim Trump.

Dia selanjutnya mengatakan, "Iran akhirnya menemukan korban terbesar dari semuanya, dalam wujud Presiden Amerika yang lemah dan bodoh."

Lebih lanjut, Trump menargetkan mantan Presiden Joe Biden, dengan mengatakan "Obama adalah bencana sebagai 'Pemimpin' kita, tetapi tidak seburuk Joe Biden yang mengantuk!"

Unggahan Trump itu bagian dari luapan kemarahannya setelah Iran merespons proposal Amerika yang bertujuan untuk mengurangi permusuhan di Timur Tengah dan wilayah Teluk. Dia menyebut respons republik Islam itu "sama sekali tidak dapat diterima".Dalam sebuah unggahan awal, Trump mengatakan dia tidak senang dengan pesan yang diterima dari perwakilan Iran.

“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya—SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” tulis Trump dengan ciri khasnya yang menggunakan huruf kapital sebagai penegasan.

Respons Trump muncul tak lama setelah media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Teheran telah secara resmi merespons proposal terbaru AS melalui mediator Pakistan.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh kantor berita IRNA milik negara, Teheran mengirimkan reaksinya terhadap proposal Washington untuk mengakhiri perang dan mengurangi ketegangan di kawasan tersebut.

“Republik Islam Iran hari ini mengirimkan, melalui mediator Pakistan, responsnya terhadap teks terbaru yang diusulkan oleh Amerika Serikat untuk mengakhiri perang,” tulis IRNA dalam laporannya.“Menurut rencana yang diusulkan, pada tahap ini, negosiasi akan fokus pada pengakhiran perang di kawasan tersebut,” lanjut laporan itu.

Menurut laporan itu, draf tanggapan Iran mencakup beberapa tuntutan yang ditujukan kepada Washington. Yakni, Teheran meminta Amerika Serikat untuk mencabut sanksi terhadap Iran, mengakhiri blokade pelabuhan Iran, menarik pasukan Amerika dari kawasan tersebut, dan menghentikan semua permusuhan.

Respons tersebut, menurut laporan itu, juga mencakup tuntutan untuk mengakhiri perang Israel di Lebanon.

Tanggapan Iran muncul setelah pernyataan berulang dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei, yang mengatakan bahwa "pandangan dan pertimbangan" Teheran tentang proposal yang dikirim Amerika akan dibagikan setelah tinjauan lengkap selesai.

Pertukaran diplomatik ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Pejabat Iran baru-baru ini memperingatkan bahwa Teheran akan berhenti mengikuti apa yang mereka sebut sebagai kebijakan pengekangan strategis terkait serangan balasan. Peringatan tersebut menyusul laporan dari negara-negara Teluk tentang permusuhan maritim dan teritorial baru, termasuk serangan terhadap kapal kargo yang berlayar menuju Qatar.

Topik Menarik