Mengerikan, Para Pemukim Israel Paksa Warga Palestina Gali Kuburan dan Ambil Jenazah di Tanahnya Sendiri

Mengerikan, Para Pemukim Israel Paksa Warga Palestina Gali Kuburan dan Ambil Jenazah di Tanahnya Sendiri

Global | sindonews | Minggu, 10 Mei 2026 - 09:19
share

Para pemukim ekstremis Israel telah memaksa warga Palestina untuk menggali kembali kuburan seorang pria di tanah Palestina di Tepi Barat bagian utara. Warga tersebut dipaksa untuk memindahkan jenazah tersebut ke lokasi lain dengan alasan kuburan itu terlalu dekat dengan pemukiman Israel.

Mengutip laporan dari The Times of Israel, Minggu (10/5/2026), insiden menegangkan itu terjadi pada hari Jumat. Para tentara militer Israel atau IDF hanya berdiri dan menyaksikan kejadian ini di dekat pemukiman Sa-Nur, yang penduduk aslinya dievakuasi paksa 20 tahun lalu dan secara resmi dibuka kembali bulan lalu.

Baca Juga: Jenderal IRGC: Rudal Iran Sudah Mengunci Target AS, Hanya Tunggu Perintah Tembak!

Meskipun IDF mengakui bahwa pemakaman telah dikoordinasikan sebelumnya, para pemukim dari Sa-Nur kemudian tiba di lokasi dengan alat penggali dan memaksa warga Palestina untuk menggali kuburan tersebut.

IDF mengatakan mereka tiba di lokasi kejadian setelah adanya laporan ketegangan, menambahkan bahwa mereka menyita alat penggali dari para pemukim dan tetap berada di lokasi untuk mencegah gesekan lebih lanjut.

Rekaman video yang dibagikan secara daring menunjukkan warga Palestina memindahkan jenazah yang telah digali, dibungkus kain putih, sementara tentara IDF dan para pemukim ekstremis menonton.Tidak jelas di mana jenazah pria bernama Hussein Asasa itu kemudian dimakamkan. Keluarga mengatakan para pemukim ekstremis Israel melempari mereka dengan batu saat mereka memindahkan jenazah Asasa.

IDF mengeklaim akan menyelidiki insiden tersebut.

Ajith Sunghay, kepala Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, mengatakan dia terkejut dengan insiden tersebut.

“Ini mengerikan dan mewujudkan dehumanisasi warga Palestina yang kita saksikan terjadi di seluruh Wilayah Pendudukan Palestina tanpa ada yang luput, baik yang hidup maupun yang mati,” katanya dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di X.

“Pemakaman itu terletak 300 meter dari pemukiman Sa-Nur, yang didirikan kembali pada tahun 2025. Warga Palestina sekarang harus mendapatkan izin Israel untuk menguburkan jenazah mereka di sana, seperti yang dilakukan keluarga Hussein pada pagi yang sama.”

Pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat ilegal menurut hukum internasional, dan serangan pemukim semakin meningkat di wilayah tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Serangan yang hampir setiap hari terjadi telah menewaskan dan melukai puluhan warga Palestina, yang sering mengeluh tentang pemukim yang mengganggu mereka, membakar kebun mereka, menyerang rumah dan kendaraan mereka, dan menembaki mereka.

Topik Menarik