Menteri Perang AS Pete Hegseth: Blokade Amerika terhadap Iran Mendunia!

Menteri Perang AS Pete Hegseth: Blokade Amerika terhadap Iran Mendunia!

Global | sindonews | Minggu, 26 April 2026 - 07:50
share

Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan blokade Amerika terhadap Iran mendunia. Menurutnya, Teheran memiliki kesempatan untuk membuat "kesepakatan yang baik" dengan Washington.

"Blokade kami berkembang dan mendunia," kata Hegseth. "Tidak ada yang berlayar dari Selat Hormuz ke mana pun di dunia tanpa izin dari Angkatan Laut Amerika Serikat," ujarnya.

Baca Juga: Trump Batalkan Kunjungan 2 Utusan AS ke Pakistan, Pukulan Telak bagi Prospek Perdamaian dengan Iran

Berdiri di samping Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Hegseth mengatakan AS "tidak terburu-buru" untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, dan mengulangi komentar Presiden Donald Trump sebelumnya tentang memiliki "banyak waktu".

"Iran tahu bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk memilih dengan bijak... di meja perundingan. Yang harus mereka lakukan hanyalah meninggalkan senjata nuklir dengan cara yang bermakna dan dapat diverifikasi," katanya.

Jenderal Caine mengatakan Komando Pusat AS atau CENTCOM terus mempertahankan blokade ketat di semua pelabuhan di Iran. Menurutnya, sebanyak 24 kapal telah diputar balik pada Jumat pagi.Dia menambahkan, militer AS akan terus mencegat kapal-kapal Iran di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

"Kami memberlakukan blokade secara menyeluruh terhadap kapal apa pun dari negara mana pun yang transit ke atau dari pelabuhan atau wilayah Iran," kata Caine.

"Kami melacak dengan cermat kapal-kapal yang menjadi perhatian yang menuju Iran dan kapal-kapal yang menjauh dari Iran yang berada di luar area blokade ketika blokade ini diperintahkan dan...kami siap dan siaga untuk mencegat mereka," katanya.

Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran dimulai pada 13 April. Hegseth juga memperingatkan bahwa setiap upaya Iran untuk memasang ranjau di Selat Hormuz akan melanggar gencatan senjata.

"Transit (Selat Hormuz) memang terjadi, jauh lebih terbatas daripada yang diinginkan siapa pun dan dengan risiko yang lebih besar daripada yang diinginkan orang, tetapi itu karena Iran melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab dengan kapal-kapal kecil dan cepat ... yang membawa senjata," kata Hegseth, seperti dikutip dari The New Arab, Minggu (26/4/2026).

Topik Menarik