Pasukan Khusus AS Sudah Mendarat di Timur Tengah, Bakal Invasi Darat ke Iran?

Pasukan Khusus AS Sudah Mendarat di Timur Tengah, Bakal Invasi Darat ke Iran?

Global | sindonews | Selasa, 31 Maret 2026 - 07:49
share

Ratusan personel pasukan Operasi Khusus Amerika Serikat (AS) telah tiba di Timur Tengah, bergabung dengan ribuan personel Korps Marinir dan pasukan terjun payung Angkatan Darat. Pasukan khusus Amerika tiba saat Presiden Donald Trump mempertimbangkan invasi darat dalam perang melawan Iran.

Pasukan Operasi Khusus AS yang mendarat tersebut terdiri dari Army Ranger dan Navy SEAL. Para pejabat Amerika mengatakan kepada The New York Times, Senin (30/3/2026), bahwa pasukan komando itu belum diberi misi khusus.

Baca Juga: Inilah Pasukan Elite NOPO Serba Hitam, Perisai untuk Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Sekadar diketahui, Navy SEAL merupakan pasukan khusus yang menembak mati pendiri dan pemimpin pertama kelompok al-Qaeda, Osama bin Laden, di Pakistan.

Sebagai pasukan darat khusus, mereka dapat dikerahkan untuk membantu menjaga Selat Hormuz, yang secara efektif telah ditutup oleh Iran, atau mengambil bagian dalam misi yang menargetkan Pulau Kharg, pusat minyak utama Iran di Teluk.

Mereka juga dapat digunakan dalam operasi merebut stok uranium yang diperkaya tinggi milik Iran di situs nuklir Isfahan.Pengerahan pasukan khusus ini menambah sekitar 2.500 Marinir dan 2.500 pelaut yang baru-baru ini tiba di wilayah tersebut.

Lebih dari 50.000 pasukan AS sekarang berada di Timur Tengah, sekitar 10.000 lebih banyak dari biasanya, saat Trump mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Para pejabat Amerika mengatakan Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur air utama yang biasanya dilalui sekitar 20 persen minyak dunia.

Rute tersebut sebagian besar telah ditutup menyusul serangan oleh pasukan Iran sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel.

Jumlah pasukan AS di wilayah tersebut biasanya sekitar 40.000 orang di pangkalan dan kapal di negara-negara termasuk Arab Saudi, Bahrain, Irak, Suriah, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.Kapal induk Gerald R. Ford, yang membawa 4.500 personel, telah menarik diri dari perang Iran setelah mengalami masalah teknis dan sekarang berada di Eropa.

Minggu lalu, Pentagon juga memerintahkan sekitar 2.000 pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat ke wilayah tersebut, meskipun lokasi mereka belum diungkapkan.

Para pejabat mengatakan pasukan terjun payung dapat dikerahkan dalam operasi darat, termasuk misi potensial yang terkait dengan Pulau Kharg.

Para pakar militer telah memperingatkan bahwa bahkan 50.000 pasukan pun tidak akan cukup untuk operasi darat besar-besaran di Iran, mengingat ukuran dan populasi negara tersebut.

Topik Menarik