Kapal Penarik Tanker Dirudal Iran, 3 WNI Dilaporkan Hilang

Kapal Penarik Tanker Dirudal Iran, 3 WNI Dilaporkan Hilang

Global | sindonews | Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:35
share

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengatakan sebuah kapal penarik terkena proyektil yang tidak dikenal saat melakukan operasi dengan kapal kontainer Safeen Prestige yang terdampar 6 mil laut di utara Oman di Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan tiga WNI yang bekerja di kapal penarik tersebut dikabarkan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Perusahaan keamanan maritim Vanguard Tech melaporkan bahwa kapal penarik berbendera UEA, Mussafah 2, terkena dua rudal saat mencoba membantu kapal kontainer Safeen Prestige yang terdampar. Laporan menunjukkan sebagian atau seluruh awak Mussafah 2 tewas dalam serangan tersebut. Menurut Organisasi Maritim Internasional (IMO), setidaknya empat pelaut di atas kapal tunda tewas dan tiga lainnya luka parah.

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengutuk serangan tersebut. “Saya prihatin dan sangat sedih mendengar tentang serangan mematikan terhadap sebuah kapal di Selat Hormuz pada tanggal 6 Maret 2026, di mana setidaknya empat pelaut dilaporkan kehilangan nyawa dan tiga lainnya luka parah.

"Pikiran saya bersama keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang terkena dampak, serta komunitas maritim global yang berduka atas kehilangan ini."

Kapal Safeen Prestige yang terdaftar di Malta telah terombang-ambing sejak 4 Maret setelah dihantam di atas garis air di bagian buritan kapal yang menyebabkan kebakaran di ruang mesin. Awak kapal pengumpan meninggalkan kapal dan selamat serta tidak terluka setelah serangan tersebut.

Menurut Equasis, Mussafah 2 dikelola oleh Abu Dhabi Marine Serv Safeen dan dimiliki oleh Abu Dhabi Ports. Safeen adalah merek layanan maritim dari Abu Dhabi Ports dan juga mengoperasikan kapal pengangkut kontainer regional Safeen Feeders. Kapal Safeen Prestige berkapasitas 1.740 TEU dimiliki oleh Transmar International Shipping. dari Abu Dhabi.

Sementara itu, Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengungkapkan pada tanggal 6 Maret 2026 menerima laporan terkait insiden yang menimpa 1 tug boat bernama Musaffah 2, berbendera Uni Emirat Arab (UEA). Insiden terjadi di Selat Hormuz, diantara perairan UEA dan Oman pada tanggal 6 Maret 2026 pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di UEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini.

"Perwakilan RI segera berkoordinasi dengan otoritas UEA dan Oman, dan pihak perusahaan Safeen Prestige. Berdasarkan informasi yang diterima, Musaffah 2 berawak total 7 personil berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina. 4 awak selamat, sedangkan 3 awak lainnya masih dalam proses pencarian," demikian keterangan PWNI Kemlu.

Khusus kondisi awak 4 awak WNI, 1 WNI selamat sedang mendapat perawatan luka bakar di Rumah Sakit di Kota Khasab, Oman. "Sedangkan 3 WNI lainnya masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat," demikian keterangan PWNI Kemlu. Selain 4 WNI tersebut, terdapat 1 WNI yang berada di lokasi insiden namun berada di kapal yang berbeda dan dalam keadaan selamat.

Saat ini Perwakilan RI di UEA dan Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan untuk proses pencarian 3 awak WNI yang hilang, memastikan perawatan 1 WNI selamat dan menyampaikan perkembangan penanganan kepada pihak keluarga di Indonesia. Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Memperhatikan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri kembali mengimbau seluruh WNI di Timur Tengah termasuk awak WNI yang bekerja di kapal laut, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat. Segera lakukan lapor diri untuk memastikan respon cepat dan tepat dari Perwakilan RI. Dalam keadaan darurat, segera hubungi hotline Perwakilan RI terkait

Topik Menarik