AS Hancurkan dan Tenggelamkan 9 Kapal Angkatan Laut Iran

AS Hancurkan dan Tenggelamkan 9 Kapal Angkatan Laut Iran

Global | sindonews | Senin, 2 Maret 2026 - 07:02
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada hari Minggu bahwa sembilan kapal Angkatan Laut Iran telah dihancurkan dan ditenggelamkan sebagai bagian dari perang gabungan Amerika-Israel melawan Iran.

“Saya baru saja diberitahu bahwa kami telah menghancurkan dan menenggelamkan 9 kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya relatif besar dan penting,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di X, seperti dikutip dari Military Times, Senin (2/3/2026).

Baca Juga: Perang Memanas, Serangan Rudal Iran Tewaskan 3 Tentara AS, 5 Lainnya Luka Parah

Trump menambahkan bahwa markas besar Angkatan Laut Iran sebagian besar telah dihancurkan dalam serangan yang berbeda.

“Kami akan mengejar sisanya—Mereka akan segera mengapung di dasar laut juga!” tulis Trump.

Pejabat Komando Pusat (CENTCOM) AS mengatakan pada Minggu pagi bahwa sebuah korvet kelas Jamaran Iran dihantam oleh pasukan AS pada awal Operation Epic Fury.“Kapal tersebut saat ini sedang tenggelam ke dasar Teluk Oman di dermaga Chah Bahar,” bunyi pernyataan CENTCOM.

“Seperti yang dikatakan presiden, anggota angkatan bersenjata Iran, IRGC, dan polisi ‘harus meletakkan senjata Anda'. Tinggalkan kapal," lanjut CENTCOM.

Tiga anggota militer AS tewas dalam pertempuran selama operasi tempur melawan Iran, imbuh pejabat CENTCOM. Lima lainnya dilaporkan luka parah.

Pesawat pengebom siluman B-2 AS menghantam rudal balistik Iran yang diperkuat dengan bom seberat 2.000 pon pada Sabtu malam, kata CENTCOM dalam unggahan terpisah pada hari Minggu.

Sementara itu, militer AS menyebut klaim Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bahwa mereka menghantam kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik sebagai “kebohongan”.“Kapal induk Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran,” kata CENTCOM dalam unggahan di X.

“Kapal induk Lincoln terus meluncurkan pesawat untuk mendukung kampanye tanpa henti CENTCOM dalam membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran.”

Gugus tempur kapal induk Lincoln adalah salah satu dari dua gugus tempur kapal induk AS yang dikerahkan ke wilayah tersebut, bersama dengan gugus tempur kapal induk Gerald R. Ford, sebagai bagian dari peningkatan kekuatan tempur AS terbesar di Timur Tengah dalam satu generasi.

Militer Washington mengatakan serangan oleh pasukan AS dan sekutu dimulai Sabtu pukul 01.15 dengan tujuan melumpuhkan “aparat keamanan rezim Iran, dengan memprioritaskan lokasi yang menimbulkan ancaman langsung.”

Di antara target utama operasi tersebut adalah fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam, kemampuan pertahanan udara Iran, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta lapangan terbang militer, menurut pernyataan tersebut.Kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga menjadi sasaran operasi tersebut. Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada Reuters bahwa Khamenei tewas dalam serangan itu.

Trump kemudian mengonfirmasi dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Sabtu bahwa Khamenei tewas dalam serangan tersebut, menyebut momen itu sebagai "kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka."

Pemerintah Iran pada hari Minggu juga mengonfirmasi kematian Khamenei.

Setidaknya 201 orang tewas dan lebih dari 700 orang terluka di seluruh Iran, menurut Palang Merah Iran.

Topik Menarik