Serangan Balasan Iran Terus Berlangsung, Negara-negara Arab Bersatu

Serangan Balasan Iran Terus Berlangsung, Negara-negara Arab Bersatu

Global | sindonews | Senin, 2 Maret 2026 - 00:15
share

Tiga orang tewas dan 58 lainnya luka-luka di UEA sejak Iran memulai kampanye pembalasannya di Teluk sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel. Serangan tersebut mengakibatkan kematian tiga orang warga negara Pakistan, Nepal, dan Bangladesh.

UEA telah mendeteksi 165 rudal balistik, menghancurkan 152, dan mencegat dua rudal jelajah, kata kementerian pertahanannya. Sebanyak “541 drone Iran terdeteksi, 506 di antaranya dicegat dan dihancurkan,” tambah kementerian dalam sebuah pernyataan.

Di Kuwait, satu orang tewas dan 32 luka-luka dalam serangan Iran di Kuwait, kata kementerian kesehatan negara itu pada hari Minggu.

Menurut Dr. Abdullah Al-Sanad, juru bicara kementerian, ke-32 korban luka adalah warga negara asing. Ia mengatakan bahwa mereka yang terluka mengalami cedera dada, kepala, dan perut, di antara cedera lainnya, dan 15 pasien telah dipindahkan ke Rumah Sakit Jaber Al-Ahmad.Sementara itu, kementerian luar negeri Arab Saudi mengatakan telah memanggil duta besar Iran, sehari setelah kerajaan tersebut menuduh Teheran menargetkan wilayahnya dengan serangan.

“Kementerian Luar Negeri memanggil duta besar Iran untuk Kerajaan sebagai tanggapan atas serangan berani Iran yang menargetkan Kerajaan dan sejumlah negara sahabat,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan di akun X-nya.

Kemudian, negara-negara Teluk akan berkumpul untuk membahas tanggapan terpadu terhadap serangan Iran, kata dua diplomat Teluk, sementara Teheran melanjutkan serangan hari kedua setelah serangan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertingginya.

“Pertemuan para menteri luar negeri GCC akan dilakukan secara daring karena penutupan bandara,” kata seorang diplomat Teluk kepada AFP, yang meminta namanya dirahasiakan untuk membahas masalah sensitif. Ia mengatakan diskusi akan berputar di sekitar “serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan koordinasi untuk respons terpadu.” Diplomat Teluk lainnya membenarkan informasi tersebut.

Topik Menarik