Bagaimana Pasukan Khusus Meksiko Membunuh Gembong Kartel El Mencho?
Pasukan Meksiko menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai “El Mencho”, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (JNGC), dalam operasi berisiko tinggi di negara bagian Jalisco bagian barat pada hari Minggu.
Pasukan keamanan melacak El Mencho, salah satu buronan paling dicari Amerika Serikat, ke sebuah properti di kota pegunungan Tapalpa, Meksiko tengah-barat, setelah menerima informasi intelijen yang terkait dengan seorang rekan dekatnya.
Pasukan melancarkan serangan subuh pada hari Minggu, memicu baku tembak selama berjam-jam dan gelombang kekerasan di beberapa negara bagian.
Pembunuhan ini menandai pukulan paling signifikan terhadap kejahatan terorganisir sejak otoritas Meksiko dan AS menangkap kembali Joaquin Guzman, yang dikenal sebagai “El Chapo”, hampir satu dekade lalu.
Bagaimana Pasukan Khusus Meksiko Membunuh Gembong Kartel El Mencho?
1. Mempelajari Taktik Militer El Mencho
Melansir Al Jazeera, El Mencho, 59 tahun, diyakini sebagai mantan petugas polisi. Ia berasal dari Michoacan, Meksiko bagian barat, dan membangun jaringan kriminal yang luas selama lebih dari 30 tahun.Pihak berwenang AS menghukumnya atas perdagangan heroin pada pertengahan tahun 1990-an, dan ia menjalani hukuman penjara di AS sebelum kembali ke Meksiko, di mana ia dengan cepat naik pangkat di dunia narkoba.Sekitar tahun 2009, ia mendirikan JNGC, yang berkembang pesat menjadi salah satu kartel paling kuat dan kejam di Meksiko.
Kelompok ini memperdagangkan kokain, metamfetamin, dan fentanil ke Amerika Serikat dan menyelundupkan migran ke utara.
Kelompok ini juga terkenal karena menggunakan taktik ala militer, termasuk drone bersenjata dan alat peledak improvisasi, serta melancarkan serangan langsung terhadap pasukan keamanan.
2. Memanfaatkan Informasi Rekan dari Pacar El Mencho
Pada 20 Februari, berdasarkan informasi intelijen baru dari seorang rekan salah satu pasangan romantis El Mencho, pihak berwenang Meksiko mulai mengepung lokasi di Tapalpa tempat El Mencho diyakini bersembunyi.Pasukan khusus, yang didukung oleh Garda Nasional, pesawat militer, dan helikopter, menutup area tersebut sebelum fajar pada 22 Februari.Para anggota kartel melepaskan tembakan saat tentara. Pasukan keamanan membalas tembakan, menewaskan beberapa anggota CJNG yang diduga. El Mencho dan anggota lingkaran dalamnya melarikan diri ke kompleks kabin berhutan di dekatnya, tempat baku tembak kedua terjadi.
Tentara akhirnya menemukan El Mencho yang terluka bersama dua pengawal. Pihak berwenang menerbangkannya ke fasilitas medis, tetapi ia meninggal selama penerbangan.
Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada Reuters bahwa gugus tugas intelijen yang dipimpin militer AS yang berfokus pada kartel narkoba telah mendukung operasi tersebut.
Baca Juga: Bagaimana Iran Menghindari Kesalahan dalam Pertaruhan Perang?
3. Kerusuhan Anggota Kartel Bisa Diatasi Pasukan Keamanan
Penggerebekan tersebut memicu respons langsung dari para bos kartel. Kementerian pertahanan mengidentifikasi seorang tokoh senior JNGC yang dikenal sebagai “El Tuli”, tangan kanan El Mencho dan operator keuangan utama dalam kartel tersebut, sebagai penyelenggara serangan terkoordinasi di Jalisco.Negara Eropa Ini Berani Menolak Pangkalan Militernya Digunakan Menyerang Iran, Apa Pemicunya?
Pihak berwenang Meksiko mengatakan dia mengatur penghalang jalan, serangan pembakaran, dan penyerangan terhadap fasilitas pemerintah, dan menawarkan hadiah 20.000 peso (USD1.100) untuk pembunuhan setiap anggota militer, setelah operasi 22 Februari.Kemudian pada hari yang sama, pasukan keamanan melacaknya ke El Grullo, sebuah kota kecil sekitar 180 km (112 mil) barat daya Guadalajara. Dia mencoba melarikan diri, menembak petugas yang kemudian membunuhnya dalam bentrokan yang terjadi.
Kekerasan menyebar dengan cepat di seluruh Meksiko. Anggota kartel membakar kendaraan dan memblokir jalan raya di beberapa negara bagian.
Maskapai penerbangan membatalkan penerbangan ke Puerto Vallarta, sebuah kota resor Pasifik di negara bagian Jalisco bagian barat, karena kepulan asap yang membubung di beberapa bagian Meksiko selatan menjadi berita utama internasional.
Sekolah dan universitas menangguhkan kelas, dan otoritas setempat mendesak warga untuk tetap berada di dalam ruangan.
4. 25 Pasukan Garda Revolusi Tewas
Pada hari Senin, pihak berwenang melaporkan bahwa setidaknya 30 tersangka anggota geng, 25 pasukan Garda Nasional, dan satu warga sipil telah tewas dalam kerusuhan setelah operasi tersebut.Mengapa Sistem Pertahanan AS dan Sekutunya Kewalahan dengan Serangan Drone dan Rudal Iran?
Pasukan keamanan menangkap lebih dari 70 orang di tujuh negara bagian dan mencatat setidaknya 85 penghalang jalan terkait kartel pada hari Minggu saja.
Pembunuhan El Mencho menyingkirkan salah satu bos kejahatan paling ditakuti di Meksiko.
Meskipun Meksiko telah lama mengejar strategi menargetkan para pemimpin kartel, pengalaman menunjukkan bahwa menyingkirkan para pemimpin utama dapat memecah belah kelompok dan memicu perebutan kekuasaan internal, kata para analis.









