Heboh, Ada Tentara Israel Disebut Berstatus Warga Negara Indonesia
Data resmi militer Israel atau Israel Defence Force (IDF) menunjukkan 50.632 tentara IDF memiliki kewarganegaraan ganda. Sekarang muncul klaim bahwa ada seorang tentara IDF memiliki kewarganegaraan Indonesia.
Klaim yang mengejutkan itu disampaikan akun Warfare Analysis di X (@warfareanalysis) dalam unggahan pada hari Minggu (15/2/2026). "Berikut daftar tentara di Angkatan Darat Israel yang memegang kewarganegaraan dari negara-negara mayoritas Muslim dan Arab, menurut Angkatan Darat Israel," bunyi unggahan tersebut.
"UEA: 1, Mesir: 1, Maroko: 72, Aljazair: 1, Tunisia: 15, Yaman: 14, Suriah: 2, Iran: 47, Irak: 5, Indonesia: 1, Turki: 112, Turkmenistan: 31, Bosnia: 4, Uzbekistan: 264, Tajikistan: 8," lanjut unggahan tersebut.
Baca Juga: 50.632 Tentara Israel Memiliki Kewarganegaraan Ganda, Ini Rinciannya
Unggahan itu disertai beberapa lembar daftar berbahasa Ibrani yang mencantumkan kewarganegaraan para tentara IDF.Jika klaim tersebut terkonfirmasi, ini akan menyalahi aturan pemerintah Indonesia—yang melarang kewarganegaraan ganda.
Polemik Kewarganegaraan Ganda Tentara Zionis Israel
Sebelumnya diberitakan bahwa sebanyak 50.632 tentara IDF memiliki setidaknya satu tambahan kewarganegaraan asing. Itu berdasarkan data yang diterbitkan oleh harian Yedioth Ahronoth yang bersumber dari data resmi IDF.Surat kabar tersebut melaporkan informasi itu dirilis sebagai respons atas permintaan akses informasi publik yang diajukan oleh kelompok advokasi transparansi Hatzlacha.
Data militer Zionis menunjukkan bahwa 50.632 tentara memiliki kewarganegaraan asing di samping kewarganegaraan Israel. Dari jumlah tersebut, 12.135 memegang kewarganegaraan AS, bagian terbesar dengan selisih yang signifikan, diikuti oleh 6.127 dengan kewarganegaraan Prancis dan lebih dari 5.000 dengan kewarganegaraan Rusia.
Angka tersebut juga mencakup lebih dari 3.000 tentara yang memegang kewarganegaraan Jerman dan jumlah yang sama dengan kewarganegaraan Ukraina. Lebih dari 1.000 tentara masing-masing memegang kewarganegaraan Inggris, Rumania, Polandia, Ethiopia, dan Kanada, sementara sisanya tersebar di negara-negara lain.
Menurut pengungkapan tersebut, 4.440 tentara memiliki dua kewarganegaraan asing selain kewarganegaraan Israel, dan 162 memiliki tiga kewarganegaraan asing. Laporan itu mencatat bahwa permintaan tersebut diajukan hampir setahun yang lalu, pada Maret 2025, menandai apa yang digambarkan sebagai rincian publik pertama tentang kewarganegaraan asing di antara personel militer Israel. Angkatan Darat Israel tidak mengklarifikasi apakah data tersebut mencakup pasukan aktif, pasukan cadangan, atau keduanya.
Perkiraan media Israel menempatkan jumlah tentara aktif sekitar 170.000, dengan sekitar 400.000-460.000 pasukan cadangan terdaftar.
Sebelumnya, lebih dari 2.000 warga negara Inggris bertugas di militer Israel selama genosida di Gaza, menurut data baru yang diterbitkan oleh Declassified UK.
Media investigasi tersebut melaporkan bahwa angka-angka yang diperoleh melalui permintaan Informasi Publik yang diajukan kepada militer Israel menunjukkan bahwa 1.686 warga negara ganda Inggris-Israel dan 383 individu lainnya yang memegang kewarganegaraan Inggris, Israel, dan setidaknya satu kewarganegaraan tambahan bertugas di IDF pada Maret 2025.
Total gabungan mencapai 2.069 warga negara Inggris. Kontingen Inggris merupakan bagian dari kelompok warga negara asing yang jauh lebih besar yang bertugas di militer Israel.
Data menunjukkan bahwa 43.194 warga negara ganda dan 3.913 warga negara multinasional terdaftar di IDF, yang berjumlah 47.107 tentara yang memegang kewarganegaraan Israel bersama dengan setidaknya satu kewarganegaraan lain.









