8.000 Tentara Indonesia Siap untuk Dikerahkan ke Gaza pada Juni

8.000 Tentara Indonesia Siap untuk Dikerahkan ke Gaza pada Juni

Global | sindonews | Senin, 16 Februari 2026 - 08:56
share

Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan sebanyak 8.000 tentara diperkirakan akan siap pada akhir Juni untuk potensi penempatan ke Gaza sebagai bagian dari misi kemanusiaan dan perdamaian. Pernyataan ini sinkron dengan komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa anggota Board of Peace (BoP) yang dia bentuk telah berjanji akan mengirimkan ribuan tentara ke wilayah Palestina tersebut.

Indonesia merupakan anggota BoP atau Dewan Perdamaian, badan yang akan melakukan rekonstruksi pasca-perang di Gaza.

Baca Juga: Trump Sebut Anggota Board of Peace Janji Berikan Rp84,1 Triliun untuk Gaza, Apakah Itu Indonesia?

Juru bicara TNI Brigadir Jenderal Donny Pramono, dalam wawancaranya dengan AP, mengatakan TNI telah menyelesaikan usulan struktur pasukan dan jadwal pergerakan mereka ke Gaza meskipun pemerintah Presien Prabowo Subianto belum memutuskan kapan penempatan tersebut akan dilakukan.

“Pada prinsipnya, kami siap ditugaskan di mana saja,” kata Pramono kepada AP, yang dilansir Senin (16/2/2026).

"Pasukan kami sepenuhnya siap dan dapat dikirim dalam waktu singkat setelah pemerintah memberikan persetujuan resmi," katanya lagi.Pramono mengatakan TNI telah menyiapkan brigade gabungan yang terdiri dari 8.000 personel, berdasarkan keputusan yang dibuat selama pertemuan 12 Februari untuk misi tersebut.

Menurut jadwal, kata dia, pasukan akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengurusan dokumen sepanjang Februari, diikuti oleh tinjauan kesiapan pasukan di akhir bulan.

Dia juga mengungkapkan bahwa sekitar 1.000 personel diharapkan siap dikerahkan sebagai tim pendahulu pada bulan April, diikuti oleh sisanya pada bulan Juni.

Pramono mengatakan bahwa kesiapan tidak berarti pasukan TNI akan berangkat. Menurutnya, pengerahan masih membutuhkan keputusan politik dan bergantung pada mekanisme internasional.

Kementerian Luar Negeri Indonesia telah berulang kali mengatakan bahwa peran Indonesia di Gaza akan sepenuhnya bersifat kemanusiaan. Kontribusi Indonesia akan berfokus pada perlindungan sipil, layanan medis, rekonstruksi, dan pasukannya tidak akan ikut serta dalam operasi tempur atau tindakan apa pun yang dapat menyebabkan konfrontasi langsung dengan kelompok bersenjata di Gaza.Indonesia akan menjadi negara pertama yang secara resmi mengirimkan pasukan untuk misi di Gaza di bawah BoP Trump, di mana gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas telah berlangsung sejak 10 Oktober setelah dua tahun perang yang menghancurkan.

Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel dan telah lama menjadi pendukung kuat solusi dua negara. Indonesia telah sangat terlibat dalam memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza, termasuk mendanai sebuah rumah sakit.

Para pejabat Indonesia mendukung keputusan pemerintah Presiden Prabowo bergabung dengan BoP Trump dengan mengatakan bahwa hal itu diperlukan untuk membela kepentingan Palestina dari dalam, karena Israel termasuk dalam BoP tersebut tetapi tidak ada perwakilan Palestina.

Negara Asia Tenggara ini memiliki pengalaman dalam operasi penjaga perdamaian sebagai salah satu dari 10 kontributor teratas untuk misi PBB, termasuk di Lebanon.

Topik Menarik