PM Denmark: Trump Masih Ngotot Ingin Caplok Greenland

PM Denmark: Trump Masih Ngotot Ingin Caplok Greenland

Global | sindonews | Minggu, 15 Februari 2026 - 12:41
share

Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen telah memperingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih sangat serius tentang ambisinya untuk mencaplok Greenland. Komentar pemimpin negara NATO Eropa ini muncul setelah Washington meredam retorikanya tentang penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau terbesar di dunia di wilayah Arktik tersebut.

Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk memperoleh wilayah otonom Denmark tersebut, dengan alasan lokasinya yang strategis dan dugaan ancaman dari Rusia dan China—klaim yang ditolak oleh Kopenhagen, Moskow, dan Beijing.

Baca Juga: Rusia Ancam Ambil Tindakan Militer Balasan Jika Greenland Dimiliterisasi NATO

Meskipun awalnya dia tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk menganeksasi Greenland, bulan lalu dia mengumumkan kesepakatan “kerangka kerja” dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Berbicara di Konferensi Keamanan Munich pada hari Sabtu, Frederiksen berpendapat bahwa ancaman pencaplokan Greenland masih jauh dari selesai, menggambarkan tekanan pada pulau tersebut sebagai “tidak dapat diterima.”

“Sayangnya, presiden AS masih sangat serius,” katanya. "Rakyat Greenland belum pernah diancam oleh siapa pun sebelumnya," katanya lagi, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (15/2/2026).Meskipun Kopenhagen bersedia bekerja sama dengan Washington untuk memungkinkan perluasan kehadiran militer AS, Frederiksen menekankan; “Tentu saja, ada hal-hal yang tidak dapat dikompromikan”—seperti kedaulatan dan integritas teritorial.

“Sekarang kami memiliki kelompok kerja. Kami akan mencoba melihat apakah kami dapat menemukan solusi, dan kami akan melakukan apa pun yang kami bisa, tetapi, tentu saja, ada garis merah yang tidak akan dilanggar,” katanya, setelah pertemuan 45 menit pada hari Jumat dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Rincian pembicaraan tersebut belum dipublikasikan.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyuarakan kekhawatiran tersebut, menyebutnya "keterlaluan" bahwa warga Greenland diancam oleh anggota NATO.

Frederiksen memperingatkan bulan lalu bahwa ancaman aneksasi dapat merusak "segalanya", termasuk blok militer pimpinan AS. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengkritik sikap Washington, menyebut "momen Greenland" sebagai bukti bahwa pemerintahan AS secara terbuka anti-Eropa.

Topik Menarik