Presiden Iran Ingatkan Trump: Membunuh Pemimpin Tertinggi Khamenei Berarti Deklarasi Perang!
TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berarti deklarasi perang. Spekukasi mengenai upaya pembunuhan Khamenei meningkat seiring dengan rencana serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran terkait demonstrasi rusuh di negara itu.
“Serangan terhadap pemimpin besar negara kita sama dengan perang skala penuh terhadap bangsa Iran,” kata Pezeshkian, di media sosial X, dikutip Senin (19/1/2026).
Dia menambahkan, jika rakyat Iran menghadapi kesulitan dan kesengsaraan hidup, maka itu disebabkan oleh permusuhan berkepanjangan serta sanksi tidak manusiawi yang dijatuhkan pemerintah AS dan negara-negara sekutunya.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian menyusul komentar Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan Politico. Trump menyebut Khamenei sebagai orang sakit dan Iran adalah tempat paling buruk untuk ditinggali. Oleh karena itu, kata Trump, sudah saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran.
Khamenei turut mengomentari komentar itu dengan mengatakan, Trump merupakan pelaku utama di balik jatuhnya korban jiwa serta pembuat kerusakan dalam demonstrasi rusuh di penjuru Iran.
Demonstrasi anti-pemerintah terkait memburuknya kondisi ekonomi dan depresiasi mata uang rial yang mencapai rekor terendah, awalnya meletus di Teheran pada 28 Desember 2025. Sejak itu demonstrasi meluas ke kota-kota lain di seluruh Iran.





