Trump Umumkan Anggota Dewan Perdamaian Gaza, Ajak Presiden Erdogan dan Al Sisi
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan komposisi Dewan Perdamaian Gaza, lembaga yang bertugas mengawasi transisi pasca-perang, termasuk rekonstruksi wilayah tersebut.
Gedung Putih pada Jumat (16/1/2026) mengumumkan beberapa anggota dewan eksekutif. Dewan eksekutif diketuai oleh Trump dengan anggota Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio; utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff; menantu Trump, Jared Kushner; serta mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.
Pengumuman tersebut merupakan bagian dari 20 poin rencana perdamaian yang dibuat Trump untuk mengakhiri perang Israel di Gaza yang berlaku pada Oktober 2025. Salah satu poin yang terkait menyebutkan, badan teknokrat Palestina akan diawasi oleh aktor-aktor internasional. Mereka akan mengawasi tata kelola pemerintahan Gaza selama periode transisi.
Selain nama-nama tersebut Trump juga mengajak pemimpin Mesir dan Turki bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.
Seorang juru bicara kepresidenan Turki mengunggah pesan di media sosial, Presiden Recep Tayyip Erdogan mendapat undangan dari Trump pada Kamis untuk bergabung.
Terpisah, Menlu Mesir Badr Abdelatty mengatakan dalam konferensi pers pada Sabtu, negaranya sedang mempelajari undangan dari Trump kepada Presiden Abdel Fattah Al Sisi untuk bergabung dengan dewan tersebut.
Banyak pakar dan aktivis hak asasi manusia (HAM) internasional menilai, kepemimpinan Trump di Dewan Perdamaian Gaza mirip dengan kolonial. Pakar juga menyoroti keterlibatan Blair yang pada tahun lalu dikritik atas perannya dalam perang Irak serta sejarah imperialisme Inggris di Timur Tengah.
Komentar Warga Gaza
Al Jazeera merangkum pendapat warga Gaza mengenai pengumuman Trump tersebut. Mereka menilai orang-orang yang dipilih menjadi anggota merupakan pendukung utama Israel termasuk penyokong perang di Gaza.
Ini menjadi kekhawatiran utama di kalangan warga Gaza, yakni anggota dewan tersebut mendominasi keputusan-keputusan seputar keadilan, rekonstruksi, dan penentuan nasib sendiri rakyat Palestina.
Jika warga Gaza memiliki suara di dewan tersebut, mereka akan menuntut keamanan sebagai prioritas utama. Mereka ingin menjalani hari-hari tanpa suara drone, tanpa serangan udara mendadak dan pengusiran.
Gedung Putih tidak menjelaskan rincian tugas dan tanggung jawab anggota dewan eksekutif. Namun Gedung Putih akan mengumumkan nama-nama baru dalam beberapa pekan mendatang.
Selain nama-nama itu masuk juga dalam daftar miliarder Marc Rowan, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, dan penasihat Trump Robert Gabriel.
Nickolay Mladenov, mantan utusan PBB untuk Timur Tengah, akan menjadi perwakilan tinggi untuk Gaza.
Selain itu Mayor Jenderal Jasper Jeffers, komandan operasi khusus AS, diangkat sebagai komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).






