Pejabat Iran Sebut Sekitar 2.000 Orang Tewas dalam Demonstrasi
DUBAI, iNews.id - Pejabat Iran akhirnya mengungkap data korban tewas selama 2 pekan lebih demonstrasi mengguncang negara tersebut, yakni sekitar 2.000 orang. Angka tersebut sudah termasuk personel pasukan keamanan dan polisi.
Ini merupakan kali pertama otoritas berwenang Iran mengungkap jumlah korban tewas dalam demonstrasi yang dipicu memburuknya kondisi perekonomian serta pemadaman internet.
Namun pejabat tersebut tidak memberikan perincian para korban tewas.
Angka tersebut juga di atas penghitungan lembaga-lembaga HAM internasional yang berbasis di luar negeri, yakni di kisaran 600 hingga 700 orang, termasuk pasukan keamanan.
Pejabat tersebut mengatakan kepada Reuters, dikutip Rabu (18/1/2026), para demonstran maupun pasukan keamanan dibunuh oleh "teroris", sebutan bagi kelompok-kelompok bersenjata didukung oleh pihak asing untuk membuat rusuh demonstrasi yang di masa-masa awal berlangsung tertib.
Kerusuhan ini menjadi tantangan dalam negeri terbesar bagi pemerintah Iran setidaknya selama 3 tahun terakhir dan terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional pasca-serangan Israel dan Amerika Serikat pada Juni 2025.
Pemerintahan ulama Iran yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979 mencoba mengambil pendekatan ganda terhadap demonstrasi, menyebut protes atas masalah ekonomi sebagai hal yang sah sambil memberlakukan tindakan keras.
Iran juga menuduh AS dan Israel di balik demonstrasi rusuh, memanfaatkan situasi, serta mencari alasan untuk menyerang, sebagaimana terjadi tahun lalu.










