Menlu Araghchi: Ada Pihak yang Ingin AS Serang Iran
TEHERAN, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyebut ada pihak yang berusaha menyeret Amerika Serikat (AS) untuk berperang dengan negaranya demi kepentingan Israel. Dia tak menyebutkan siapa pihak yang dimaksud, hanya saja menegaskan Israel akan sangat diuntungkan jika perang benar-benar terjadi.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran jika demonstrasi besar-besaran yang menggucang negara itu terus memakan korban nyawa.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Araghchi menegaskan, jika AS memilih skenario militer, Iran siap untuk berperang. Kemampuan militer Iran telah meningkat secara signifikan sejak serangan AS dan Israel pada Juni 2025.
Iran, lanjut Araghchi, tetap memilih jalur negosiasi untuk mencari jalan damai. Pemerintahannya sedang menjajaki kemungkinan bertemu utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, atau menempuh cara lain guna menghindari konflik militer. Meski demikian, Iran meragukan kesiapan AS untuk melakukan pembicaraan konstruktif.
Dia melanjutkan, demonstrasi telah disusupi oleh teroris terlatih untuk membuat suasana semakin kacau dan mengadu domba.
"Teroris terlatih menyusup ke barisan demonstran dan menyerang para demonstran dan personel keamanan," kata Araghchi, dikutip Selasa (13/1/2026).
Tujuan dari mereka adalah memastikan pembunuhan terus berlangsung selama demonstrasi. Dengan begitu, AS akan memiliki alasan untuk menyerang Iran.
"Pemerintah Iran mengakui unjuk rasa tersebut dan melakukan pembicaraan dengan perwakilan para demonstran, dan presiden bertemu dengan mereka," kata Araghchi.
Tak dipungkiri, Israel dan AS melakukan segala upaya untuk mengacaukan situasi di Iran guna menggiring pada situasi tidak bisa mereka capai, kecualu melalui perang.
Araghchi menegaskan Iran tidak akan membiarkan kelompok teroris yang didukung dari luar, terutama Israel, untuk melanjutkan aktivitas mereka.
Dia juga menegaskan, Iran siap bernegosiasi lagi dengan AS mengenai program nuklir jika tidak di bawah ancaman. Serangan Israel dan AS ke Iran pada Juni lalu didasarkan atas program nukli Iran.









