Menhan Somalia: Israel Ingin Pindahkan Warga Gaza ke Somaliland
MOGADISHU, iNews.id - Tujuan Israel mengakui kemerdekaan Somaliland salah satunya menjadikan wilayah yang memisahkan diri dari Somalia itu untuk menampung warga Jalur Gaza.
Menteri Pertahanan (Menhan) Somalia Ahmed Moalim Fiqi mengatakan, Israel menyimpan rencana untuk memecah belah negara-negara di kawasan.
"Israel telah lama memiliki tujuan dan rencana untuk memecah belah negara-negara, ingin membagi peta Timur Tengah, dan mengendalikan negara-negaranya. (Somalia) Telah mengonfirmasi informasi bahwa Israel memiliki rencana untuk memindahkan warga Palestina dan mengirim mereka (ke Somaliland)," kata Fiqi, kepada Al Jazeera, dikutip Senin (12/1/2026).
Dia menambahkan, Israel juga berencana membangun pangkalan militer di Selat Bab Al Mandab yang menghubungkan Teluk Aden ke Laut Merah. Rencana itu jelas bertujuan untuk menggoyahkan stabilitas kawasan.
Israel pada akhir Desember lalu menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Somaliland.
Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan, berdasarkan laporan intelijen Somalia, Israel setuju untuk mengakui Somaliland sebagai imbalan atas kesepakatannya untuk menerima Palestina, ikut serta menandatangani Perjanjian Abraham, dan mengizinkan Israel untuk mendirikan pangkalan militer di Teluk Aden.
Namun Kementerian Luar Negeri Somaliland membantah tuduhan itu.
Somalia terpecah sejak 1991 setelah jatuhnya Siad Barre. Sejak itu Puntland dan Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan. Komunitas internasional mengakui pemerintah federal Somalia, yang mengendalikan Ibu Kota Mogadishu serta sebagian wilayah negara tersebut.








