Iran Putus Akses Internet di Tengah Gelombang Protes Meletus

Iran Putus Akses Internet di Tengah Gelombang Protes Meletus

Global | okezone | Jum'at, 9 Januari 2026 - 07:51
share

TEHERAN - Pemerintah Iran dilaporkan menutup akses internet secara nasional di tengah meluasnya gelombang protes anti-pemerintah yang melanda berbagai kota. Kelompok pemantau internet global NetBlocks melaporkan pemadaman tersebut terjadi pada Kamis 9 Januari 2026, saat situasi keamanan memburuk akibat kerusuhan yang terus meluas.

Berdasarkan kutipan dari RTNews, Jumat (9/1/2026). Kota-kota di Iran telah menjadi lokasi aksi protes sejak akhir Desember lalu. Gelombang unjuk rasa dipicu oleh melonjaknya biaya hidup, hiperinflasi, serta melemahnya nilai mata uang di tengah krisis ekonomi berkepanjangan yang diperparah oleh sanksi internasional.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran terkait durasi dan cakupan pemadaman internet tersebut. Namun, langkah ini dinilai sebagai upaya untuk membatasi arus informasi dan koordinasi massa di tengah eskalasi protes.

 

Kerusuhan yang disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir itu dengan cepat menyebar ke sejumlah kota besar dan kecil. Laporan dari berbagai sumber menyebutkan telah terjadi bentrokan mematikan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Sejumlah demonstran juga dilaporkan menuntut pembebasan rekan-rekan mereka yang ditahan.

 

Tokoh oposisi Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, menyerukan agar aksi protes terus berlanjut. Dalam sebuah video yang diunggah di platform X pada Rabu, Pahlavi mengajak warga Iran untuk tetap turun ke jalan.

Laporan sementara menyebutkan sedikitnya 21 orang tewas sejak protes berlangsung. Kantor berita Tasnim juga merilis video dari kota Qazvin, Iran utara, yang memperlihatkan dugaan serangan brutal terhadap seorang petugas keamanan. Menurut Tasnim, petugas tersebut tidak bersenjata dan hanya meminta massa menyampaikan aspirasi tanpa kekerasan maupun perusakan fasilitas publik.

Di tengah situasi yang memanas, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan para pemasok dalam negeri agar tidak menimbun barang atau menaikkan harga secara sepihak. Ia menegaskan masyarakat tidak boleh mengalami kelangkaan kebutuhan pokok dan meminta pemerintah memastikan ketersediaan barang serta pengawasan harga secara ketat di seluruh wilayah.

Namun, nada berbeda disampaikan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia menegaskan bahwa para perusuh harus “diberi pelajaran”. Sementara itu, Ketua Mahkamah Agung Iran menuduh para demonstran bertindak sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat dan Israel, tudingan yang kerap dilontarkan otoritas Iran dalam menghadapi gelombang protes domestik.

Topik Menarik