Presiden Somalia Mohamud Peringatkan Israel soal Pengakuan Negara Somaliland
MOGADISHU, iNews.id - Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud memperingatkan Israel, dukungan negara Yahudi itu atas kemeerdekaan Somaliland bisa menimbulkan ancaman eksistensial terhadap kedaulatan dan keamanan nasional negaranya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Somaliland pada akhir Desember lalu. Kemudian Menteri Luar Negeri Gideon Saar mengunjungi wilayah yang memisahkan diri dari Somalia itu pada Selasa (6/1/2026).
Dalam wawancara dengan Al Arabiya, Mohamud mengatakan Somaliland tetap menjadi bagian integral dari Somalia dan tidak memiliki kedudukan hukum sebagai negara terpisah.
Dia menggambarkan tindakan yang dilakukan para pemimpin Somaliland dengan mendeklarasikan kemerdekaan sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional serta merusak upaya untuk menjaga persatuan nasional melalui cara-cara damai.
“Yang disebut Somaliland adalah wilayah lain dari Somalia,” katanya, seraya menambahkan, proyek separatisme yang dilakukan para pemimpin Somaliland terbukti tidak layak serta bentuk keputusasaan mereka dalam mencari dukungan internasional.
Mohamud juga menyebut Israel memiliki tiga tujuan terkait dengan Somaliland, yakni membangun pangkalan militer di dekat Teluk Aden dan Laut Merah, membujuk Somaliland menerima pengungsi Palestina, serta mengajak para pemimpin Somaliland meneken Perjanjian Abraham.
Dia dengan tegas menolak rencana apa pun untuk merelokasi warga Gaza, dengan mengatakan Somalia tidak akan menerima langkah tersebut apa pun yang terjadi.
“Somalia tidak berbatasan dengan Palestina,” katanya, seraya menambahkan pemindahan paksa akan didorong oleh kebijakan Israel, bukan realitas regional.
Mohamud menyebut Israel hanya bermimpin memindahkan warga Palestina seraya menegaskan tidak akan pernah menjadi kenyataan.
Dia melanjutkan, pengakuan Israel atas Somaliland merupakan ancaman paling serius yang dihadapi Somalia dalam beberapa tahun terakhir, bahkan melampaui perjuangan panjang negaranya melawan terorisme. Meski tetap mengedepankan dialog sebagai pilihan utama, Mohamud tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer jika keamanan nasional terancam.
Pemerintah akan melakukan semua langkah yang diperlukan guna melawan gangguan terhadap kedaulatan Somalia.






