Iran Sesalkan PBB seperti Tak Berdaya Hadapi Amerika Serikat

Iran Sesalkan PBB seperti Tak Berdaya Hadapi Amerika Serikat

Global | inews | Rabu, 7 Januari 2026 - 03:04
share

TEHERAN, iNews.id - Iran menyayangkan ketidakmampuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Dewan Keamanan, dalam menghadapi agresi Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela disertai penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores.

Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menegaskan, operasi militer AS di Venezuela merupakan bentuk terorisme negara sekaligus pelanggaran serius terhadap Piagam PBB. 

Dia menilai, sikap pasif Dewan Keamanan PBB justru memperlihatkan lemahnya sistem keamanan kolektif internasional dalam menghadapi kekuatan besar seperti AS.

"(Iran mengkritik) Ketidakaktifan terus menerus Dewan Keamanan PBB (dalam menghadapi) ancaman dan agresi AS," kata Iravani, dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, di New York, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (6/1/2026).

Menurut Iravani, agresi terhadap negara anggota PBB tidak hanya mengancam perdamaian dan keamanan internasional, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak luas yang berbahaya. 

Penangkapan Presiden Maduro dan istrinya disebut sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan prinsip kekebalan kepala negara.

Iravani menegaskan, tindakan AS tersebut merupakan serangan serius terhadap kedaulatan negara yang setara. 

Iran pun menyatakan dukungan penuh terhadap rakyat dan pemerintah Venezuela dalam menghadapi tekanan militer dan politik dari Washington.

Pada kesempatan yang sama, Iran juga menyinggung Presiden AS Donald Trump yang dinilai kerap mengeluarkan ancaman kekerasan secara terbuka terhadap Teheran, sembari mengklaim mendukung rakyat Iran. 

Iravani menegaskan, Iran memiliki hak inheren untuk membela rakyat, integritas teritorial, dan keamanan nasionalnya.

“Amerika Serikat akan bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yang timbul dari ancaman dan tindakan ilegalnya,” tegas Iravani, merujuk pada pernyataan Trump terkait situasi dan demonstrasi di Iran.