Loading...
Loading…
Ini Harapan Palestina kepada Joe Biden setelah Menjabat Presiden AS

Ini Harapan Palestina kepada Joe Biden setelah Menjabat Presiden AS

Global | inewsid | Minggu, 08 November 2020 - 17:22

RAMALLAH, iNews.id Palestina punya harapan pada Joe Biden yang baru saja terpilih sebagai presiden AS periode berikutnya. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, meminta Biden untuk meningkatkan kembali hubungan antara Palestina dan Amerika.

Sebelumnya, hubungan kedua negara menjadi rusak selama masa jabatan Presiden Donald Trump. Kerusakan itu terjadi terutama setelah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dalam sebuah pernyataan berisi ucapan selamat kepada Biden dan wakil presiden AS terpilih, Kamala Harris, Abbas mengatakan dia berharap untuk bekerja dengan pemerintahan Amerika yang akan datang.

Untuk meningkatkan hubungan Palestina-Amerika dan mencapai kebebasan, kemerdekaan, keadilan dan martabat bagi rakyat kami, ujarnya, dikutip AFP , Minggu (8/11/2020).

Abbas yang mengepalai Otoritas Palestina di Ramallah, memutuskan hubungan dengan pemerintahan Trump, menuduhnya sangat pro-Israel. Trump memotong dana ke badan PBB yang bertanggung jawab atas pengungsi Palestina (UNRWA).

Trump juga menolak anggapan yang menyebut Yerusalem Timur yang dicaplok Israel harus berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan. Alih-alih mendukung cita-cita rakyat Palestina, politikus Partai Republik itu malah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tidak terbagi.

Trump juga mendukung kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golanyang direbut zionis dari Suriah. Trump juga tak pernah mengkritik pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat milik Palestina yang diduduki Israel. Padahal, di masa-masa sebelum kepemimpinannya, AS selalu menentang pembangunan pemukiman Yahudi di Tanah Palestina, menganggap tindakan semacam itu merintangi upaya perdamaian di kawasan.

Pada Januari lalu, Trump meluncurkan rencana perdamaian Timur Tengah yang kontroversial yang dibuat tanpa masukan dari Palestina. Rencana itu pun langsung ditolak Palestina.

Original Source