Loading...
Loading…
Pelosi Sebut Biden Presiden Terpilih AS dengan Mandat Luar Biasa

Pelosi Sebut Biden Presiden Terpilih AS dengan Mandat Luar Biasa

Global | sindonews | Sabtu, 07 November 2020 - 08:07

WASHINGTON - Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi memuji calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden sebagai presiden terpilih. Bahkan, kata dia, Biden membingkai kemenangan pemilihan presiden ( pilpres ) dengan mandat yang luar biasa karena jumlah pemilih memecahkan rekor dalam sejarah pemilu Amerika.

Pujian politisi Partai Demokrat itu disampaikan ketika negara-negara bagian di medan pertempuran terus menghitung suara dan tim kampanye Trump telah mengajukan tuntutan hukum. (Baca: Panik dengan Hasil Pilpres AS, Donald Trump Jr Serukan Perang Total)

Biden saat ini meraih 264 electoral votes, unggul atas capres petahana Partai Republik Donald Trump yang meraih 214 electoral votes. Butuh minimal 270 electoral votes bagi seorang capres untuk menang pilpres.

"Saya sangat senang secara resmi dengan hasil yang akan segera terjadi, dan juga secara pribadi senang karena kualitas kepemimpinan yang akan diberikan Biden," kata Pelosi.

"Pagi ini jelas bahwa tiket Biden-Harris akan memenangkan Gedung Putih," katanya lagi, seperti dikutip dari Russia Today , Sabtu (7/11/2020). Biden berpasangan dengan Senator Kamala Harris dalam pilpres AS 2020. Sedangkan Trump berpasangan dengan Mike Pence.

Ketua DPR Amerika itu mengatakan bahwa Biden telah memenangkan suara terbesar yang pernah ada dalam sejarah negara AS, yakni 73,8 juta pada hitungan suara saat ini.

Kendati demikian, Georgia, Arizona, dan beberapa negara bagian lain belum selesai menghitung surat suara, dan Presiden Donald Trump telah berjanji akan melawan di pengadilan tentang apa yang dia klaim sebagai penipuan pemilih yang merajalela.

Pelosi mengumumkan kemenangan dini Biden, meski Biden sendiri menolak mendeklarasikan kemenangan dini dan meminta para pendukungnya bersabar.

Di sisi lain, direktur respon cepat Biden, Andrew Bates, juga mengancam akan mengeluarkan Trump dari Gedung Putih setelah muncul laporan bahwa capres petahana itu menolak untuk mengaku kalah atau menyerah.

"Pemerintah AS sangat mampu untuk mengawal penyusup keluar dari Gedung Putih," kata Bates yang percaya diri tim Biden akan berposisi sebagai pemerintah AS berikutnya.

Original Source

Topik Menarik