Zelensky: Trump Memberikan Putin Apa yang Diinginkannya

Zelensky: Trump Memberikan Putin Apa yang Diinginkannya

Global | sindonews | Senin, 8 September 2025 - 10:07
share

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan kemenangan public relations kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan tatap muka mereka di Alaska bulan lalu. Zelensky menyayangkan hal itu.

Trump bertemu dengan Putin pada 15 Agustus di Alaska sebagai bagian dari upaya mediasi kesepakatan damai antara Moskow dan Kyiv. Meskipun pertemuan tersebut tidak menghasilkan terobosan, kedua belah pihak menggambarkannya sebagai langkah positif.

"Sayang sekali Ukraina tidak hadir, karena saya pikir Presiden Trump memberikan Putin apa yang diinginkannya," kata Zelensky kepada Martha Raddatz dari ABC News dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Minggu.

Baca Juga: Putin Ajak Zelensky Bertemu: Datanglah ke Moskow!

"Dia sangat ingin bertemu dengan Presiden Trump, dengan presiden Amerika Serikat. Dan saya pikir Putin mendapatkannya. Dan, sungguh disayangkan," imbuh Zelensky.Zelensky lebih lanjut berargumen bahwa Putin "bermain-main dengan Amerika Serikat", mengeklaim bahwa pemimpin Rusia tersebut telah berusaha untuk menunjukkan kepada semua orang video dan gambar dari pertemuan puncaknya dengan Trump.

Dia menyerukan peningkatan tekanan terhadap Moskow, dengan mengatakan "tidak adil" bahwa beberapa negara Uni Eropa terus membeli minyak dan gas Rusia.

Trump, yang sebelumnya mengkritik Rusia dan Ukraina, mengisyaratkan pada hari Minggu bahwa dia siap untuk menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Moskow. Dia sebelumnya telah menambahkan tarif 25 untuk impor minyak Rusia dari India.

Rusia telah menuntut agar Ukraina mengakui perbatasan barunya dan membatalkan rencana untuk bergabung dengan NATO. Moskow juga mencantumkan penghentian pengiriman senjata Barat ke Kyiv sebagai salah satu syarat gencatan senjata.

Sementara itu, ajudan Kremlin Kirill Dmitriev mengeklaim upaya diplomatik Putin dan Trump semakin mendekatkan akhir perang Rusia-Ukraina. Dia membantah pernyataan mantan duta besar AS untuk Rusia, Michael McFaul, yang menyatakan bahwa Moskow tidak serius dalam negosiasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina dan mendesak pengiriman lebih banyak senjata Barat untuk Ukraina.

“Salah. Perdamaian sudah dekat justru karena dialog Trump-Putin. Pendekatan [mantan Presiden AS Joe] Biden yang bodoh gagal. Upaya isolasi gagal. Sanksi gagal. Dialog, rasa hormat, saling memahami, dan pemecahan masalah untuk menemukan solusi jangka panjang adalah jalannya,” kata Dmitriev.

Pada Jumat pekan lalu, Putin menyampaikan nada optimistis yang berhati-hati tentang prospek untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, dengan menyatakan: "Ada cahaya di ujung terowongan."

Tapi, dia mencatat bahwa jika tidak ada solusi diplomatik yang ditemukan, "kita harus mencapai semua tujuan melalui senjata."

Moskow bersikeras bahwa resolusi berkelanjutan untuk konflik ini hanya mungkin jika Ukraina berkomitmen pada netralitas, demiliterisasi, denazifikasi, dan mengakui realitas teritorial baru di lapangan.

Topik Menarik