Inggris Ungkap Insiden Nuklir Serius di Pangkalan Angkatan Laut
Insiden nuklir serius terjadi di pangkalan Angkatan Laut di Skotlandia awal tahun ini, menurut pengakuan Kementerian Pertahanan Inggris. Kejadian itu memicu kekhawatiran atas buruknya pemeliharaan senjata nuklir Inggris dan kurangnya transparansi.
Insiden Kategori A – klasifikasi paling serius untuk insiden di lokasi nuklir – terjadi antara Januari dan April di HMNB Clyde di Faslane, yang menampung semua kapal selam Angkatan Laut Kerajaan, termasuk kapal kelas Vanguard yang dipersenjatai rudal nuklir Trident.
Peristiwa semacam itu membawa "potensi pelepasan radioaktif yang nyata atau tinggi ke lingkungan."
Kementerian Pertahanan Inggris menolak memberikan detail, sehingga tidak jelas apakah material radioaktif benar-benar bocor.
Pengungkapan tersebut disampaikan Menteri Pengadaan Maria Eagle menanggapi pertanyaan parlemen tentang Laporan Kejadian di Lokasi Nuklir (NSER) di Faslane dan pangkalan angkatan laut Coulport di dekatnya. Eagle mengatakan Faslane mencatat satu insiden Kategori A dalam periode tersebut, bersama dengan dua insiden Kategori B, tujuh insiden Kategori C, dan empat insiden Kategori D, menurut laporan media pada hari Kamis (14/8/2025).
Coulport, yang menyimpan rudal dan hulu ledak nuklir, melaporkan empat kejadian Kategori C dan sembilan kejadian Kategori D.
Insiden Kategori B melibatkan pelepasan terkendali atau paparan radiasi yang tidak direncanakan, Kategori C melibatkan potensi pelepasan sedang, sementara insiden Kategori D kecil kemungkinannya menyebabkan pelepasan tetapi mungkin menunjukkan tren negatif.
Permintaan data NSER ini menyusul investigasi pekan lalu yang menemukan air radioaktif dari hulu ledak yang disimpan di Coulport telah bocor ke perairan bernama Loch Long beberapa kali.
Badan Perlindungan Lingkungan Skotlandia (ESA) mengatakan kebocoran tersebut disebabkan oleh pecahnya pipa-pipa tua, dengan hingga setengah dari 1.500 pipa di lokasi tersebut telah melewati masa pakainya. Badan pengawas tersebut menyalahkan "kekurangan pemeliharaan" atas insiden-insiden tersebut.
Wakil pemimpin SNP Keith Brown menuduh pemerintah menutup-nutupi insiden Faslane dan kontaminasi di Loch Long, dengan menyatakan fasilitas nuklir Inggris "tidak hanya dirawat dengan buruk tetapi juga merupakan ancaman langsung" bagi keselamatan dan lingkungan Inggris sendiri.
Kementerian Pertahanan mengklaim insiden tersebut tidak menimbulkan risiko bagi publik dan mengatakan NSER mencerminkan "budaya keselamatan yang kuat dan komitmen untuk belajar dari pengalaman," seraya menambahkan detailnya tidak dapat diungkapkan karena alasan keamanan nasional.
Baca juga: 5 Fakta yang Jarang Diketahui soal Pertemuan Putin-Trump di Alaska










