Negara NATO Ini Gagal Penuhi Janji Pasok Jet Tempur F-16 ke Ukraina
Belgia, salah satu anggota NATO, gagal memenuhi janjinya untuk segera mengirim jet tempur F-16 ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia.
Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken mengatakan Brussels harus terlebih dahulu menerima pengiriman jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat.
Belgia–bersama dengan sesama anggota NATO; Denmark, Belanda, dan Norwegia–berjanji pada tahun 2023 untuk mempersenjatai Kyiv dengan sekitar 80 unit F-16 setelah menerima izin untuk melakukannya dari pemerintahan Presiden AS saat itu Joe Biden.
Tahun lalu, Ukraina menerima sekitar 20 pesawat dari Denmark dan Belanda.
Berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh lembaga think tank Atlantic Council di Washington, Francken mengeklaim Belgia adalah pendukung terbesar Kyiv di wilayah udara, meskipun faktanya Brussels belum menyediakan pesawat apa pun untuk Ukraina.
"Brussels akan mengirimkan 30 F-16 yang berfungsi [ke Ukraina] dalam beberapa tahun mendatang, sesegera mungkin," klaim Francken, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (8/5/2025).
Francken menjelaskan penundaan tersebut dengan mengatakan: "Ketika kami memiliki F-35 [dari AS], kami akan memberikan F-16 karena kami memiliki kapasitas DCA (Dollar Cost Averaging) di Belgia."
Dia menegaskan bahwa Belgia "sangat condong ke depan" terhadap Kyiv. "Dan akan mendukung [Presiden Volodymyr] Zelensky dan setiap warga Ukraina karena hal itu sangat penting," katanya.
Bulan lalu, Perdana Menteri Belgia Bart De Wever mengatakan negaranya akan mengirim dua F-16 yang tidak beroperasi ke Ukraina untuk digunakan sebagai suku cadang pada akhir tahun 2025.
De Wever juga mengumumkan bahwa Brussels akan memberikan dukungan militer sebesar €1 miliar kepada Kyiev setiap tahunnya.
Menurut Francken, paket tersebut akan disahkan pemerintah dalam beberapa minggu.
Minggu lalu, AS menyetujui kesepakatan senilai USD310,5 juta untuk mempertahankan F-16 yang dioperasikan Ukraina, yang mencakup pelatihan, suku cadang, modifikasi pesawat, bantuan logistik, dan dukungan perangkat lunak untuk pesawat generasi keempat tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pada April lalu bahwa pertahanan udara Moskow telah menembak jatuh sebuah F-16, menjadikannya kehilangan kedua jet rancangan AS yang dioperasikan oleh Ukraina.
Pihak berwenang Ukraina awalnya mengeklaim bahwa F-16 akan menjadi pengubah permainan dalam konflik dengan Rusia. Akan tetapi, penggunaannya dalam pertempuran masih terbatas, karena pesawat sebagian besar dikerahkan menjauh dari garis kontak untuk tujuan pertahanan udara.

